InfoMatoa, (Merauke) | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Selatan menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu dengan tema “Meneguhkan Sinergitas untuk Membangun Demokrasi Menuju Pemilu dan Pemilihan yang Berkeadilan dan Bermartabat.” Kegiatan ini berlangsung di Ruang Cenderawasih, Hotel Halogen, Jalan Brawijaya, Distrik Merauke, pada Senin (27/10) pagi.
Sinergi Antar Lembaga Demi Pemilu Bermartabat
Acara tersebut dipimpin oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Merauke, Sukito, S.Sos., M.Si, dan diikuti sekitar 50 peserta. Mereka berasal dari unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta perwakilan pemuda. Hadir juga Ketua Bawaslu Papua Selatan Marman, S.Sos., M.Si, anggota Bawaslu Tukidjo, S.H, Koordinator Divisi Penanganan Sengketa Yeuw M. Felix Tethool, S.I.P, serta perwakilan Polres dan Kodim 1707/Merauke.
“KPU dan Bawaslu punya peran berbeda tetapi saling melengkapi. KPU sebagai penyelenggara, Bawaslu sebagai pengawas. Ke depan, sinergi ini harus terus dikuatkan agar Pemilu berjalan lebih baik, bermanfaat, dan berlandaskan nilai-nilai Asta Cita Presiden Prabowo serta Wakil Presiden Gibran, terutama dalam memperkokoh ideologi Pancasila dan demokrasi.“ujar Sukito.
Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial di daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga menciptakan rasa aman dan harmonis di tengah masyarakat.
“Mari kita jaga Merauke tetap aman dan damai. Bawaslu harus mengawasi sesuai undang-undang, dan masyarakat perlu ikut menjaga demokrasi kita.“tambahnya.
Pengawasan Partisipatif Jadi Kunci Keadilan Pemilu
Ketua Bawaslu Papua Selatan, Marman, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menekankan penguatan lembaga demokrasi.
“Kegiatan ini memperkuat sinergi antara Bawaslu, mitra kerja, dan masyarakat sipil untuk meningkatkan kualitas pengawasan Pemilu.” kata Marman.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan partisipatif di tengah keterbatasan SDM Bawaslu. Menurutnya, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan perempuan berperan besar menjaga kejujuran serta martabat Pemilu.
“Jika ada indikasi pelanggaran, laporkan kepada kami. Itu tanggung jawab bersama menjaga demokrasi.” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Marman menjelaskan perubahan sistem Pemilu berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Pemilu nasional dan daerah kini akan diselenggarakan secara terpisah. Ia berharap masyarakat memberi masukan agar demokrasi di Papua Selatan berjalan sesuai prinsip keadilan.
Kegiatan ini melanjutkan rangkaian penguatan kelembagaan pengawas Pemilu yang sebelumnya telah berlangsung di tingkat provinsi dan akan berlanjut ke berbagai kabupaten di Papua Selatan. [Red]









