InfoMatoa, (Mappi) | Sebanyak 40 siswa-siswi SMKN 1 Obaa, Kabupaten Mappi, mengikuti Sosialisasi “Suara untuk Kedamaian” pada Sabtu (25/10). FKUB bekerja sama dengan Generasi Milenial Mappi menyelenggarakan kegiatan ini di lingkungan sekolah. Pendeta Petrus Bambang Djamjik, Wakil Ketua I FKUB Kabupaten Mappi, memimpin jalannya acara.
Sambutan Kepala SMKN 1 Obaa, Yohanes Marino Ohoilulin, S.Pd., membuka acara tersebut. Yohanes menekankan pentingnya menanamkan nilai toleransi dan menghargai perbedaan sejak dini. Ia mendorong generasi muda untuk aktif menjaga persaudaraan dan kedamaian di sekolah maupun masyarakat.
“Menanamkan nilai toleransi sejak dini membantu generasi muda hidup rukun dalam keberagaman dan menghindari konflik.” ujar Yohanes Marino Ohoilulin.
Selain itu, Johanes Jamtel, S.Pd.K dari Kementerian Agama Kabupaten Mappi, menjelaskan peran generasi milenial sebagai agen perdamaian. Ia menekankan bahwa keberagaman di Mappi merupakan kekayaan yang harus dijaga. Oleh karena itu, generasi muda harus menjadi penghubung antarumat beragama, bukan pemecah persaudaraan.
Kemudian, Pendeta Petrus Bambang Djamjik menyampaikan sambutan sekaligus materi mengenai peran FKUB dalam menjaga kerukunan. Ia menegaskan bahwa dialog lintas iman sangat penting, dan generasi muda harus berkomitmen aktif menjaga perdamaian. Dengan demikian, perbedaan menjadi sarana untuk saling mengenal dan menghargai, bukan alasan berkonflik.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga keamanan dan kerukunan, sehingga Mappi tetap aman, damai, dan harmonis.” kata Pendeta Petrus Bambang Djamjik.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi antar peserta. Guru dan pembicara mendorong siswa-siswi untuk berbagi pengalaman serta gagasan mereka terkait kerukunan dan perdamaian. Selain itu, Yohanes mengajak para peserta untuk merenungkan peran mereka dalam menjaga kerukunan di lingkungan sekolah. Kemudian, para siswa mendapat tugas untuk menyusun rencana aksi kecil untuk menerapkan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang nilai toleransi, memupuk sikap perdamaian, dan mempersiapkan mereka menjadi agen perdamaian aktif di sekolah maupun masyarakat. Dengan begitu, persaudaraan antarumat beragama dapat terus terjaga di Kabupaten Mappi. [Red]









