Ibadah 1 Abad Peradaban Orang Papua di Grime Nawa Diwarnai Pemutusan Ritual Tomako Batu

- Jurnalis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 12:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jayapura) | Masyarakat Lembah Grime Nawa merayakan ibadah satu abad nubuatan peradaban orang Papua dengan tema ‘Papua bangkit memberkati bangsa-bangsa. Yesaya 60:1’ di Lapangan Genyem Kota, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Sabtu (25/10). Perayaan ini memperingati 100 tahun nubuat Pendeta Izaak Samuel Kijne (I.S. Kijne) yang meletakkan fondasi peradaban dan pesan rohani di Bukit Aitumeri Wondama bagi bangsa Papua.

Ibadah Satu Abad Nubuatan

Ibadah dimulai pukul 10.00 WIT dan dipimpin Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Pendeta Usman Kobak. Turut hadir Bupati Jayapura Yunus Wonda, Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Grime Nawa Zadrak Wamebu, tokoh adat, dan masyarakat setempat.

Bupati Yunus Wonda menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen refleksi untuk generasi Papua.

100 tahun sudah selesai, 100 tahun lagi apa yang kita buat. Peristiwa 100 tahun ini, hanya Injil yang bisa merubah negeri ini.” ujar Yunus Wonda.

Ia menambahkan bahwa pembangunan fisik penting, tetapi transformasi hati dan karakter masyarakat Papua terjadi melalui Injil. Ia mengajak warga untuk menginjili diri sendiri terlebih dahulu sebelum menginjili orang lain, menghilangkan perbedaan, permusuhan, dan perdebatan.

Mari kita menciptakan Papua damai di dalam Injil supaya membangun Kabupaten Jayapura dengan aman dan nyaman.” ujar Yunus Wonda.

Ritual Pemutusan Tomako Batu

Pada momen itu, tokoh adat juga melakukan ritual pemutusan Tomako Batu, alat pembayaran mas kawin, untuk menyelamatkan generasi dari pengaruh roh yang meresahkan. Yunus Wonda menyebut bahwa adat tetap dihormati, tetapi Injil mengajarkan untuk tidak menyembah berhala.

[Dari] Genyem ini yang bawa Injil masuk ke wilayah pegunungan. Khusus kami di gereja GIDI, dan guru. Saya lihat ada perubahan yang terjadi dan generasi di sini merupakan orang-orang hebat, ini peradaban yang harus diikuti. Adat bukan berarti kita hilangkan, Injil masuk untuk tidak menyembah berhala selain Tuhan.” ujar Yunus Wonda.

Ketua DAS Grime Nawa, Zadrak Wamebu, menjelaskan bahwa nubuatan I.S. Kijne membawa perubahan sehingga manusia menjadi pusat peradaban. Ia menambahkan bahwa roh yang tinggal di Tomako Batu selama ini meresahkan keluarga, sehingga tokoh adat melakukan ritual pemutusan.

Jadi keluarga dikacau balau oleh roh itu maka harus diputuskan, tandanya tadi kita putuskan kita percaya jumlah penduduk pasti betambah.” ujar Zadrak Wamebu.

Diskusi adat berlangsung di berbagai wilayah, dan tokoh adat akhirnya menyepakati pemecahan Tomako Batu agar roh tidak merasuki pasangan yang akan menikah.

Kami sudah ketemu tokoh adat di Kemtuk, Namblong, Kemntuk Gresi, kita diskusikan, jadi kita harus putus tapi kita bicara dengan kepercayaan ada di adat. Hari ini kita sudah putuskan, [roh] tidak punya kuasa lagi sudah diputuskan.” ujar Zadrak Wamebu.

[Red]

Baca Juga :  Bupati Dominggus Catue Pimpin Upacara Haornas Ke-42 di Sarmi

BERITA LAINNYA

Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Pasar Ikan Fandoi di Biak Numfor, Borong Ikan Baronang dan Panjang
Dua Nelayan Asal Jayapura Hanyut, Pencarian Diperluas Hingga Perairan Papua Nugini
Kecelakaan Laut di Perairan Saireri, Sembilan Penumpang Speed Boat Selamat Berkat Respons Cepat Satpolairud Polres Waropen
Natal Bersama FSP-ASN Jayapura, Wabup Haris Apresiasi Loyalitas Pensiunan
Dapur Nasional Polda Papua Jadi Garda Depan Pemenuhan Gizi Pelajar
Guru Se-Kabupaten Jayapura Geruduk Kantor DPR, Tagih Hak Gaji ULP hingga Tunjangan Profesi yang Belum Dibayar
Ratusan Warga Waropen Gelar Aksi Tuntut Perombakan Pejabat dan Transparansi Keuangan Daerah
Dukung Asta Cita Presiden, Polda Papua Gelar Panen Raya Jagung Serentak di Koya Barat
Berita ini 4 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:33 WIT

Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Pasar Ikan Fandoi di Biak Numfor, Borong Ikan Baronang dan Panjang

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:25 WIT

Dua Nelayan Asal Jayapura Hanyut, Pencarian Diperluas Hingga Perairan Papua Nugini

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:10 WIT

Kecelakaan Laut di Perairan Saireri, Sembilan Penumpang Speed Boat Selamat Berkat Respons Cepat Satpolairud Polres Waropen

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:34 WIT

Natal Bersama FSP-ASN Jayapura, Wabup Haris Apresiasi Loyalitas Pensiunan

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:23 WIT

Dapur Nasional Polda Papua Jadi Garda Depan Pemenuhan Gizi Pelajar

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!