InfoMatoa, (Keerom) | Kabupaten Keerom menegaskan komitmennya untuk mewujudkan daerah yang ramah dan aman bagi anak-anak. Pemerintah Kabupaten Keerom menggelar kegiatan Pengembangan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Perlindungan Khusus Anak Tingkat Daerah. Kegiatan ini berlangsung di Genofa Meeting Room Grande Hotel Arso, Kamis (13/11), dan meneguhkan langkah menuju Kabupaten Layak Anak (KLA).
Wakil Bupati Keerom, Drs. H. Daud, M.Si., memimpin kegiatan ini. Sementara itu, berbagai unsur penting mengikuti kegiatan, antara lain anggota DPRK Keerom Yahya Sauri, Ketua Pengadilan Agama Keerom Riston Pakili, S.Hi., dan Kepala Plt. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Frieda N.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Keerom, Drs. H. Daud, M.Si, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjamin hak-hak anak di wilayahnya.
“Mewujudkan Kabupaten Layak Anak bukanlah tugas yang bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama lintas sektor dan dukungan seluruh elemen masyarakat agar anak-anak Keerom dapat tumbuh dengan aman, sehat, dan berkarakter,” ujarnya.
Sementara itu, Hesti A. Mk, selaku Ketua Panitia, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kesadaran bersama tentang pentingnya perlindungan anak.
“Anak adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan. Pemerintah wajib memastikan hak-hak mereka terpenuhi sesuai dengan konvensi hak anak,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari itu diakhiri dengan pemukulan Tifa oleh Wakil Bupati sebagai tanda dimulainya program Pengembangan KIE Perlindungan Khusus Anak di Kabupaten Keerom.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar ramah anak yakni sebuah fondasi penting bagi masa depan generasi Papua yang tangguh dan berkarakter. [Red]









