InfoMatoa, (Kota Jayapura) | Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata secara resmi membuka Festival Port Numbay “Explore Kayo Batu” 2025 di Lapangan Pantai Base-G Kiri, Kampung Kayo Batu, Distrik Jayapura Utara. Acara bertema “Merajut Budaya di Atas Pasir dan Laut” ini menjadi wadah pelestarian budaya lokal serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat pesisir.
Pembukaan festival berlangsung pada Kamis malam yang dipimpin oleh Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., selaku Wakil Wali Kota Jayapura, dan dikoordinir oleh Richard Jeferson Nahumury, S.IP., M.Si., Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain Kolonel Laut (P) Apriles Lusien Sukirno, M.Han., M.Tr.Opsla. (Aster Dankodaeral X), Letkol Arm Mustafa Lara, S.T., M.IP. (Kasdim 1701/Jayapura), Yuli Rahman, S.H., M.H. (Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura), Desy Polla Usmany (Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Papua), serta sejumlah pejabat OPD, tokoh adat, dan perwakilan komunitas budaya.
Dalam laporannya, Richard Jeferson Nahumury menyampaikan bahwa festival yang digelar selama tiga hari, 9–11 Oktober 2025, bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya, memperkenalkan potensi wisata kampung, serta mendorong kemitraan antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif.
“Kegiatan ini menjadi upaya menjaga jati diri masyarakat dan warisan leluhur, sekaligus memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Jayapura,” ujarnya.
Perwakilan adat Alex Puy, yang mewakili Ondoafi Kampung Kayo Batu, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kota atas kepercayaan yang diberikan kepada masyarakat Kayo Batu sebagai tuan rumah festival.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata dan masa depan anak cucu kami di Kampung Kayo Batu,” katanya.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menegaskan bahwa Festival Port Numbay merupakan bukti nyata upaya pemerintah menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya Port Numbay kepada dunia.
“Budaya adalah identitas dan jati diri kita. Melalui festival ini, kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat Jayapura tetap berdiri teguh di atas akar budayanya, di tengah arus modernisasi,” ungkapnya.
Rustan juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Port Numbay.
“Pasir dan laut bukan hanya ruang budaya, tetapi juga sumber kehidupan. Mari kita rawat alam agar tetap lestari dan bisa diwariskan kepada anak cucu,” tambahnya.
Pembukaan festival ditandai dengan penabuhan tifa oleh Wakil Wali Kota Jayapura bersama para pejabat OPD, diikuti dengan penampilan tari tradisional dari Sanggar Moi dan Sanggar Teum Baden. Suasana meriah disemarakkan oleh musik dan hiburan rakyat yang berlangsung aman dan kondusif.
Festival Port Numbay “Explore Kayo Batu” kini menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang dinantikan masyarakat, sekaligus promosi wisata unggulan di pesisir utara Kota Jayapura. [Red]









