InfoMatoa, (Jayapura) | Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Papua periode 2025–2027 resmi menggelar pelantikan dalam upacara khidmat. Upacara berlangsung di Ruang Rapat GOR Waringin Kotaraja, Distrik Abepura, Sabtu (15/11). Pelantikan mengusung tema “Akselerasi Kepemimpinan Kolaboratif Mewujudkan Mahasiswa Muhammadiyah Papua Berdaya dan Berbudaya.” Dengan tema ini, organisasi menegaskan komitmen memperkuat peran strategis mahasiswa dalam pembangunan Papua.
Ketua Umum terpilih, Bambang Papuadi, menjadi koordinator kegiatan ini. Selain itu, sekitar 50 tokoh menghadiri acara tersebut. Misalnya, Staff Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Orgenes Kambuaya, S.H., M.H. Selanjutnya, hadir juga perwakilan TNI, Kapok Sahli Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Sukamdi. Tidak ketinggalan, perwakilan Polri dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Achmad Yunaidi, M.Pd., turut hadir. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap pelantikan IMM Papua.
Kepemimpinan Kolaboratif Sebagai Fondasi Gerakan
Ketua Umum terpilih, Bambang Papuadi, dalam Pidato Iftitahnya menjelaskan bahwa kepemimpinan kolaboratif adalah kunci untuk menggerakkan IMM Papua ke depan.
“Fokus kita bukan hanya pada percepatan kerja organisasi, tetapi juga pada percepatan peningkatan kapasitas kader agar mampu menjawab tantangan zaman. Kolaborasi adalah fondasi untuk membangun jejaring, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kerja-kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Papua,” ujar Bambang.
Bambang menegaskan visinya untuk melahirkan mahasiswa Muhammadiyah yang berdaya—kuat secara intelektual, profesional, dan sosial—serta berbudaya dengan menjunjung tinggi akhlak, moral, dan kearifan lokal Papua.
IMM: Mitra Strategis Transformasi Papua Baru
Staff Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Orgenes Kambuaya, S.H., M.H., yang mewakili Gubernur Papua, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh pemerintah. Beliau menilai tema kolaboratif yang diusung IMM selaras dengan arah pembangunan Provinsi Papua.
“Pelantikan ini merupakan momentum transformasi bagi generasi muda Papua. Momentum untuk menghadirkan pemimpin-pemimpin baru yang tidak hanya cerdas dan berintegritas, tetapi juga siap berkolaborasi, bekerja lintas sektor, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat,” tegas Orgenes.
Ia menekankan bahwa IMM memiliki peran strategis dalam visi Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis. Selain itu, pembangunan SDM unggul—yang berkarakter, peduli, dan berakar pada nilai-nilai budaya Papua—menjadi kunci utama. Selanjutnya, Orgenes Kambuaya secara terbuka menawarkan ruang kolaborasi bagi IMM. Ruang ini mencakup program-program pendidikan, pemberdayaan pemuda, dan pengembangan ekonomi di berbagai wilayah Papua.
Sementara itu, perwakilan Pimpinan Pusat IMM, Kurniawan, menyoroti bahwa peran IMM sebagai wadah pembentukan pemimpin harus terus diperkuat, merujuk pada program unggulan nasional IMM seperti Jasmani English Course yang telah berjalan. Ia juga mengajak kader di Papua untuk terus membawa gagasan politik yang konstruktif dan berkomitmen pada kerja-kerja nyata seperti program Menanam Seribu Pohon.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, yang juga mengesahkan Sri Herawanti sebagai Sekretaris Umum dan Evi Lestari sebagai Bendahara Umum, IMM Papua diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas organisasi serta menjadi pelopor gerakan mahasiswa berkemajuan di wilayah paling timur Indonesia. [Red]









