InfoMatoa, (Waropen) | Upaya memberdayakan perempuan Papua terus digiatkan di Urei Faisei, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) menggelar kegiatan pelatihan keterampilan dan kemandirian ekonomi bagi perempuan, Kamis (13/11).
Kegiatan pelatihan berlangsung sejak 10 hingga 15 November 2025. Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas P3AKB Waropen dan LPSP Semarang. Tak ketinggalan, Balai Besar Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian Yogyakarta juga terlibat.
Mama-mama dari berbagai kelompok binaan mengikuti pelatihan ini secara aktif. Mereka berkomitmen mengembangkan potensi ekonomi kreatif lokal. Hal ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Waropen.
Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Waropen, Selviana Imbiri, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing perempuan dalam menghasilkan produk kerajinan khas Waropen.
“Kami ingin perempuan Waropen tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam pengembangan ekonomi kreatif. Dengan keterampilan yang memadai, mereka bisa membangun usaha sendiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Selviana.
Selama kegiatan, peserta mendapat materi keterampilan teknis seperti menjahit, menganyam, hingga membuat produk bernilai jual tinggi yang berbasis bahan lokal. Selain itu, mereka juga mendapat pembelajaran tentang inovasi desain, strategi pemasaran, dan manajemen usaha kecil agar dapat mengelola hasil karya secara profesional dan berkelanjutan.
Pelatihan ini turut memperkenalkan pemanfaatan platform digital sebagai sarana pemasaran modern. Penyelenggara mengajarkan cara promosi produk secara daring, mengelola keuangan usaha, dan memperluas jaringan pasar ke luar daerah. P3AKB berharap, program ini dapat memperkuat posisi perempuan Waropen di sektor ekonomi kreatif yang kian kompetitif.
Di akhir kegiatan, Selviana menutup dengan pesan inspiratif dan pantun yang membangkitkan semangat peserta:
“Burung cenderawasih menari di awan, indah warnanya tiada tandingan. Perempuan Waropen teruslah bertahan, karena masa depan ada di tangan,” Pesannya.
Melalui program ini, pemerintah berharap muncul generasi perempuan Papua yang mandiri, kreatif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dari Waropen, semangat pemberdayaan perempuan terus bergema, membawa harapan baru bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan di Tanah Papua. [Red]









