InfoMatoa, (Kep. Yapen) | Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, kini tengah dalam proses renovasi dan ditargetkan kembali beroperasi pada akhir Oktober 2025.
Sebagaimana diberitakan Tribun-Papua.com, Pengawas RSUD Serui, dr. Yosef Rinta, mengungkapkan sejumlah fasilitas baru akan tersedia untuk menunjang layanan IGD. Di antaranya tirai pasien, sentral oksigen, serta bedhead.
Sentral oksigen atau sentral gas medis ini akan mendistribusikan pasokan oksigen dari sumber pusat melalui jaringan pipa ke titik-titik ruangan, termasuk IGD, sehingga dapat menggantikan penggunaan tabung oksigen individual. Inovasi ini dinilai lebih efisien sekaligus meningkatkan keamanan pasokan gas medis.
Selain itu, bedhead atau ranjang pasien terbaru akan dilengkapi panel multifungsi. Panel ini berfungsi sebagai unit terintegrasi untuk menyediakan gas medis, stop kontak, lampu, sistem panggilan perawat, hingga outlet data dan komunikasi.
“Karena ke depan, nanti sudah tidak memakai tabung oksigen individual seperti yang selama ini dipakai. Semua telah tersedia dalam bedhead dan rencanya akan dipasang ke semua ruangan jadi tidak hanya di IGD,” jelas dr. Rinta, dikutip dari Tribun-Papua.com.
Mantan Direktur RS Dok II Jayapura itu menambahkan, pihaknya juga akan menyesuaikan fasilitas sesuai standar BPJS Kesehatan. Salah satunya pengaturan suhu ruangan, dengan memastikan seluruh ruang perawatan dilengkapi pendingin (AC). Pemerintah sebelumnya telah mendukung RSUD Serui dengan mendatangkan sejumlah alat penting seperti ventilator untuk ICU, HCU, dan ICCU.
“Harapan kita dengan tambahan fasilitas ini, masyarakat secara bertahap bisa menerima pelayanan kesehatan yang lebih baik ke depan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meski pembenahan rumah sakit tidak mudah, pihaknya berkomitmen melakukannya secara bertahap agar RSUD Serui dapat menjadi role model sekaligus rujukan bagi daerah lain.
Lebih lanjut, progres akreditasi RSUD Serui juga tengah digenjot untuk mendorong peningkatan pelayanan. Menurut dr. Rinta, fokus utama bukan sekadar mengejar perubahan tipe rumah sakit dari D ke C, melainkan memastikan pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Dengan demikian kita harapkan, sedikit demi sedikit keluhan masyarakat bisa diatasi. RSUD Serui juga berkomitmen menyediakan obat-obatan dan bahan medis habis pakai sehingga pelayanan benar-benar prima,” pungkasnya.
[Red]









