InfoMatoa, (Kep. Yapen) | Anggota DPR RI Komisi XIII, Tonny Tesar, S.Sos., menggelar reses untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mensosialisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Kegiatan berlangsung di Gedung Silas Papare, Jalan Irian 1, Serui Kota, Kecamatan Yapen Selatan, Senin (27/10). Sekitar 100 peserta hadir, terdiri dari unsur pemerintah daerah, legislatif, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat.
Serap Aspirasi dan Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, SE., M.Si., memimpin acara. Ia hadir bersama Wakil Bupati Roy Palunga, Wakil Ketua II DPRK Djorge Diamon Logianto, Asisten II Setda Oktavianus Ayorbaba, S.Sos., M.Si., Wakapolres Kompol Unding Alimuddin, S.Sos., MM, Plh. Pasi Intel Kodim 1709/Yawa Lettu Inf Abdul Latif, dan Kasi Intel Kejaksaan Serui Herry Arung Boro, SH. Bupati menekankan pentingnya kunjungan anggota DPR RI untuk memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah pusat dan daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kebijakan APBN 2026 dapat mencerminkan kebutuhan masyarakat Kepulauan Yapen, khususnya di sektor infrastruktur, ekonomi lokal, pendidikan, dan kesehatan.” ujar Benyamin.
Ia menambahkan bahwa keterbatasan kapasitas fiskal daerah dan ketergantungan tinggi terhadap dana transfer pusat menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, ia menekankan efisiensi dan keadilan dalam alokasi dana agar pembangunan berkelanjutan tercapai.
Sosialisasi APBN 2026 dan Upaya Pembangunan
Tonny Tesar memaparkan peran DPR RI dalam menetapkan dan mengawasi pelaksanaan APBN. Ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia. Tonny menyoroti penurunan dana transfer ke daerah dari Rp826 triliun menjadi Rp625 triliun. Menurutnya, hal ini perlu dievaluasi agar pembangunan di daerah terpencil, termasuk Papua, tetap berjalan.
“Daerah penghasil sumber daya alam seperti Papua seharusnya mendapat porsi lebih adil. Prinsip keadilan fiskal harus diterapkan untuk mendorong pemerataan pembangunan.” tegas Tonny.
Tonny juga menekankan potensi sektor kelautan dan perikanan di Kepulauan Yapen. Ia mendorong pengembangan melalui budidaya berkelanjutan. Selain itu, ia mengingatkan masih banyak tantangan di sektor kesehatan, terutama kekurangan tenaga medis di wilayah terpencil.
Tonny berjanji menyampaikan semua aspirasi masyarakat Yapen dalam rapat DPR RI di Jakarta.
“Semua masukan dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pendidik, dan masyarakat akan kami perjuangkan sebagai dasar perumusan kebijakan nasional.” ujarnya.
Kegiatan reses ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk memastikan suara mereka terdengar dalam perumusan kebijakan nasional yang adil dan merata. [Red]









