InfoMatoa, (Merauke) | Komitmen untuk membangun kemandirian energi di Tanah Papua ditandai dengan peresmian Green Power, Born From Waste – Papua’s First Biogas Power Launch oleh Gubernur Provinsi Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT, di Kampung Muting, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke. Pembangkit ini menjadi yang pertama di Papua yang memanfaatkan limbah sawit menjadi energi listrik ramah lingkungan.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh persenjataan, melainkan oleh kemampuan mewujudkan swasembada pangan dan energi. Ia menyebut proyek ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong ketahanan nasional melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berorientasi pada energi terbarukan.
“Seluruh pemimpin dunia saat ini sadar bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kemandirian energi dan pangan. Biogas dari limbah sawit yang kita resmikan hari ini adalah bagian dari energi masa depan yang bersih, terbarukan, dan bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” tegas Apolo.
Ia juga menjelaskan bahwa energi adalah kebutuhan mendasar dalam kehidupan modern – mulai dari penerangan, gerak, hingga pemanasan – yang seluruhnya dapat dipenuhi melalui teknologi pengolahan limbah organik. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi tonggak awal pengembangan energi bersih berbasis potensi lokal di Papua Selatan.
Bupati Merauke, Yosef Bladib Gebze, turut mengapresiasi langkah PT. TSE Group dalam membangun fasilitas biogas di wilayahnya. Ia berharap proyek ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap pembangkit ini membuka lapangan kerja, memperkuat kemitraan dengan warga lokal, serta meningkatkan akses listrik yang selama ini masih menjadi tantangan di wilayah timur Indonesia,” kata Bupati.
Dengan kapasitas awal 2 megawatt, pembangkit biogas ini diharapkan menjadi cikal bakal pengembangan energi terbarukan lainnya di Papua Selatan. Peresmian ditandai dengan penyerahan izin operasional dan pemotongan pita oleh Gubernur Apolo, disaksikan oleh jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan manajemen PT. TSE Group dan Korindo Group.
Kegiatan yang berlangsung aman dan lancar ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong transformasi energi yang berkelanjutan dan inklusif di Bumi Cenderawasih.









