InfoMatoa, (Pegunungan Bintang) | Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kabupaten Pegunungan Bintang menyelenggarakan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana bagi Tim Reaksi Cepat (TRC) dan relawan, Jumat (1/8/2025), di Distrik Oksibil.
Kegiatan ini dipimpin oleh Plt. Kepala BPBPK Hironimus Setamanki dan diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga. Dalam sambutannya, Hironimus mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bersama, terlebih di tengah potensi ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran hutan, dan angin kencang.
“Kami terus berupaya melakukan mitigasi di berbagai wilayah rawan, mulai dari pemetaan, penyuluhan, hingga pembentukan tim reaksi cepat. Namun, kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBPK Yulius Galla menekankan bahwa pelatihan ini memiliki empat fokus utama, yaitu: mengurangi risiko bencana, meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat penanganan darurat, dan mendukung pemulihan pascabencana.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsagaan BPBPK, Sherly. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk bencana alam yang dapat terjadi di wilayah pegunungan serta strategi mitigasi yang dapat diterapkan, baik melalui pembangunan fisik maupun edukasi masyarakat.

Materi mencakup upaya pengurangan risiko bencana banjir, longsor, gempa bumi, kebakaran, hingga angin kencang — termasuk pentingnya tata ruang berbasis risiko dan desain bangunan tahan bencana.
Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mencakup praktik langsung teknik evakuasi darurat sebagai bentuk simulasi kesiapsiagaan di lapangan. Kegiatan diakhiri sekitar pukul 15.50 WIT dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta. (Red)









