Polda Papua Ungkap Tambang Emas Ilegal di Keerom, 4 WNA China Jadi Tersangka

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 14:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Keerom) | Kepolisian Daerah (Polda) Papua berhasil mengungkap aktivitas penambangan emas ilegal di Kampung Kalipur, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Dari hasil penyelidikan, sembilan orang diamankan, dan enam di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Dilansir dari Kompas.com, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol I Gusti Gede Era Edhinata, mengungkapkan empat tersangka merupakan warga negara asing (WNA) asal China, sementara dua lainnya adalah warga negara Indonesia (WNI).

Para pelaku tidak dapat menunjukkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sah saat dimintai keterangan,” jelas Era dalam konferensi pers di Mapolda Papua, Selasa (9/9).

Enam Tersangka

  • AAM (47), WNI – Direktur PT Saveree Gading International Group, penyedia modal dan sarana tambang.
  • LHS (46), WNI – penerjemah dan koordinator gaji pekerja.
  • CL (46), WNA China – teknisi mesin survei dan pelatih karyawan.
  • WCD (60), WNA China – teknisi listrik.
  • CHT (40), WNA China – perantara investor.
  • CD (41), WNA China – investor lapangan.
Baca Juga :  Masyarakat Kampung Kayu Batu Gelar Bakti Sosial Dukung Program Pemerintah untuk Papua

Kelompok ini diduga telah mengumpulkan 257 gram emas hasil tambang ilegal. Motif utamanya untuk menghindari kewajiban pajak negara.

Barang Bukti dan Pasal

Polisi menyita satu unit alat berat Caterpillar PC 200, dokumen perusahaan, serta paspor dan KTP para tersangka.

Mereka dijerat dengan Pasal 158 jo Pasal 35 ayat (3) huruf a UU No. 3/2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman maksimal lima tahun penjara dan denda hingga Rp100 miliar.

Baca Juga :  Kontak Tembak di Yahukimo, Aparat Pastikan Situasi Terkendali Menjelang HUT RI Ke-80

Komitmen Polda Papua

Kombes Era menegaskan, tambang ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak lingkungan dan mengancam kedaulatan sumber daya alam.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyebut penindakan ini adalah komitmen kepolisian dalam menertibkan pertambangan di Papua.

Setiap aktivitas pertambangan tanpa izin resmi tentu akan kami tindak sesuai aturan hukum,” tegasnya.

Cahyo menambahkan, Polda Papua akan terus berkoordinasi dengan Imigrasi dan Kementerian ESDM, serta mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar selalu menaati hukum demi menjaga kelestarian lingkungan. [Red]

BERITA LAINNYA

Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Pasar Ikan Fandoi di Biak Numfor, Borong Ikan Baronang dan Panjang
Dua Nelayan Asal Jayapura Hanyut, Pencarian Diperluas Hingga Perairan Papua Nugini
Kecelakaan Laut di Perairan Saireri, Sembilan Penumpang Speed Boat Selamat Berkat Respons Cepat Satpolairud Polres Waropen
Natal Bersama FSP-ASN Jayapura, Wabup Haris Apresiasi Loyalitas Pensiunan
Dapur Nasional Polda Papua Jadi Garda Depan Pemenuhan Gizi Pelajar
Guru Se-Kabupaten Jayapura Geruduk Kantor DPR, Tagih Hak Gaji ULP hingga Tunjangan Profesi yang Belum Dibayar
Ratusan Warga Waropen Gelar Aksi Tuntut Perombakan Pejabat dan Transparansi Keuangan Daerah
Dukung Asta Cita Presiden, Polda Papua Gelar Panen Raya Jagung Serentak di Koya Barat
Berita ini 10 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:33 WIT

Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Pasar Ikan Fandoi di Biak Numfor, Borong Ikan Baronang dan Panjang

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:25 WIT

Dua Nelayan Asal Jayapura Hanyut, Pencarian Diperluas Hingga Perairan Papua Nugini

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:10 WIT

Kecelakaan Laut di Perairan Saireri, Sembilan Penumpang Speed Boat Selamat Berkat Respons Cepat Satpolairud Polres Waropen

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:34 WIT

Natal Bersama FSP-ASN Jayapura, Wabup Haris Apresiasi Loyalitas Pensiunan

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:23 WIT

Dapur Nasional Polda Papua Jadi Garda Depan Pemenuhan Gizi Pelajar

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!