InfoMatoa, (Jayawijaya) | Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan ajudan Bupati mengeluarkan pistol saat aksi demonstrasi ratusan kepala kampung di halaman Kantor Bupati Jayawijaya.
Dilansir dari Papua.tribunnews.com, Ronny menegaskan tindakan spontan ajudan yang juga anggota militer itu dilakukan semata-mata untuk melindungi dirinya ketika massa mulai ricuh. Ia mengaku sempat dikejar hingga masuk ke dalam kantor, bahkan nyawanya hampir terancam.
“Intinya ajudan itu keluarkan senjata karena melindungi saya. Jadi jangan dipelintir seolah-olah mereka mau menembak,” kata Ronny di ruang kerjanya, Rabu (10/9).
Senjata untuk Perlindungan
Menurut Ronny, baik ajudan Bupati maupun ajudannya sebagai Wakil Bupati memang dibekali senjata sesuai tugas melekat untuk menjaga keselamatan pejabat negara. Namun, penggunaan senjata dalam peristiwa itu hanya untuk menunjukkan ketegasan agar massa tidak semakin anarkis.
“Sekalipun Bupati tidak ada di tempat, ajudannya juga ikut melindungi saya. Mereka semua hanya menjaga saya, bukan untuk melakukan penembakan,” ujarnya.
Ronny juga meminta masyarakat tidak menyebarkan potongan video dengan narasi menyesatkan. Ia mengingatkan, opini keliru di media sosial justru memperkeruh keadaan.
“Kalau ada yang terus sebarkan dengan narasi salah, ini bisa diproses hukum. Faktanya jelas, saya hampir dibunuh di depan kantor bupati, jadi mereka wajar bersikap,” tegasnya.
Video Viral di Media Sosial
Sebelumnya, video ajudan yang masuk ke kerumunan massa sambil membawa pistol sempat viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman itu, ajudan juga terdengar mengimbau warga agar tidak bertindak berlebihan.
Beragam reaksi pun muncul hingga akhirnya diklarifikasi langsung oleh Wakil Bupati Jayawijaya untuk memastikan duduk perkara. [Red]









