Masyarakat Adat Tolak Rencana Pembangunan 52 Kantor OPD Papua Pegunungan di Jayawijaya

- Jurnalis

Minggu, 21 September 2025 - 06:58 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jayawijaya) | Penolakan keras disampaikan masyarakat adat subsuku Alua-Marian dan Siep-Elosak terkait wacana pembangunan 52 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Papua Pegunungan di Kampung Wasalma, Distrik Pisugi, Kabupaten Jayawijaya.

Sebagaimana dilansir Tribun-Papua.com, perwakilan masyarakat adat Aolek Marian menegaskan bahwa tanah yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan merupakan tanah adat yang sudah diputuskan tidak boleh diperjualbelikan.

Karena tanah ini merupakan tanah adat yang sudah kami sepakati bersama dalam sebuah forum aliansi Hubula Nyaiwerek,” ujarnya di Wamena, Sabtu (20/9).

Hal senada disampaikan perwakilan pemuda, Melvin Marian. Ia menyebut persoalan ini sudah enam kali dibahas dalam forum masyarakat adat, dan hasilnya konsisten menolak transaksi jual beli tanah di wilayah mereka.

Namun ada oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan suku kami untuk jual, sehingga hari ini kami sub suku Alua-Marian dan Siep-Elosak dengan tegas tolak wacana pembangunan 52 Kantor OPD,” katanya kepada Tribun-Papua.com.

Melvin juga mengingatkan, apabila ke depan muncul persoalan akibat rencana pembangunan tersebut, maka pemerintah wajib bertanggung jawab.

Karena kami tidak terima sama sekali, maka kami harap tidak terjadi transaksi dalam bentuk apapun dan dengan alasan apapun,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat lainnya, Minius Marian, menyatakan keberatan serupa. Ia menilai pihak yang mengklaim tanah tersebut tidak memiliki hak, sebab tanah adat dilindungi oleh Undang-Undang Pokok Agraria.

Karena mereka (pembeli) ini tidak olah tanah tersebut, jadi saya keberatan, dan Undang-Undang agraria juga melindungi hak atas tanah adat. Akhirnya berdasarkan UU itu, saya tolak wacana pemerintah provinsi ini,” pungkasnya.

[Red]

Baca Juga :  Pemda dan DPRK Teluk Bintuni Gelar Pertemuan dengan Masyarakat Adat Sebyar Bahas Realisasi DBH Migas 10 Persen

BERITA LAINNYA

Maraton Kunker Wapres Gibran di Papua: Dari Sekolah Rakyat Biak, Main Bola di Wamena, hingga Agendakan Yahukimo
Usai dari Biak Numfor, Gibran Lanjutkan Kunjungan ke Wamena
Pemkab Jayawijaya Pastikan Rekrutmen Taruna PTDI-STTD 2026, Lulusan Dijamin Jadi ASN
Enam Warga Diamankan Aparat di Dekai Yahukimo, Akhirnya Dibebaskan
Duka di Balik Kontak Senjata Nduga: Praka Satria Taopan Gugur dalam Tugas
Dana Desa Tahap II Distrik Apalapsili Cair, Penyaluran Dipusatkan di Bank Papua Elelim
Awal Tahun 2026, Stok BBM di Kenyam Nduga Dipastikan Aman dan Mencukupi
Membentang di 3 Provinsi, Luas Taman Nasional Lorentz Tembus 2,4 Juta Hektare
Berita ini 5 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:12 WIT

Maraton Kunker Wapres Gibran di Papua: Dari Sekolah Rakyat Biak, Main Bola di Wamena, hingga Agendakan Yahukimo

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:51 WIT

Usai dari Biak Numfor, Gibran Lanjutkan Kunjungan ke Wamena

Senin, 12 Januari 2026 - 10:17 WIT

Pemkab Jayawijaya Pastikan Rekrutmen Taruna PTDI-STTD 2026, Lulusan Dijamin Jadi ASN

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:40 WIT

Enam Warga Diamankan Aparat di Dekai Yahukimo, Akhirnya Dibebaskan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:45 WIT

Duka di Balik Kontak Senjata Nduga: Praka Satria Taopan Gugur dalam Tugas

Berita Terbaru

Eropa - Amerika

Gedung Putih Tegaskan Sikap Trump soal Greenland Tetap Sama

Jumat, 16 Jan 2026 - 12:19 WIT

error: Content is protected !!