InfoMatoa, (Sarmi) | Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Papua menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini di SMA Negeri 1 Mararena, Kabupaten Sarmi. Kegiatan yang berlangsung pekan lalu ini bertujuan menekan angka kawin muda di kalangan remaja sekaligus melindungi hak-hak anak.
Dilansir dari Tribun-Papua.com, sosialisasi dihadiri pelajar, guru, serta unsur pemerintah daerah. Narasumber dari PKK Papua memaparkan dampak negatif pernikahan anak, mulai dari sisi kesehatan, pendidikan, sosial, hingga ekonomi. Pesan utamanya adalah pentingnya menunda pernikahan hingga usia matang agar generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Pj. Ketua TP PKK Provinsi Papua, Ny. Tyas A. Fatoni, menegaskan bahwa pernikahan anak menjadi salah satu faktor tingginya angka putus sekolah dan kemiskinan di Papua.
“Anak-anak harus kita dorong untuk fokus belajar dan meraih cita-cita, bukan dibebani dengan tanggung jawab rumah tangga di usia yang belum siap,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sarmi melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sarce Kreuw, yang menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan aman bagi anak-anak. Kepala SMA Negeri 1 Sarmi, Ely, M.Ed, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap sosialisasi serupa bisa dilakukan secara berkala agar memberi dampak jangka panjang bagi siswa.
Selain penyuluhan, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi interaktif yang memberi ruang bagi siswa untuk bertanya dan menyampaikan pandangan mereka terkait pernikahan dini. Hal ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran generasi muda di Sarmi akan pentingnya melindungi masa depan mereka.
Di akhir acara, PKK Papua membagikan materi edukatif kepada peserta untuk diteruskan ke lingkungan sekitar, sebagai bagian dari strategi berbasis komunitas dalam mencegah pernikahan anak.
[Red]









