InfoMatoa, (Memberamo Raya) | Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya melalui Bappeda dan Dinas Kesehatan menggelar Lokakarya Penyusunan Dokumen Perencanaan Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM). Acara pembukaan berlangsung di Aula Bappeda, Kampung Burmeso, Distrik Mamberamo Tengah, pada Rabu (1/10)
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa tingginya kasus HIV/AIDS, TB, dan Malaria masih menjadi persoalan serius di Mamberamo Raya. Data Dinas Kesehatan menunjukkan hingga Agustus 2025 terdapat 120 kasus HIV/AIDS, 92 kasus TB di tahun 2024, dan lebih dari 14 ribu kasus malaria pada tahun 2025.
“Permasalahan ATM erat kaitannya dengan kemiskinan dan akses layanan kesehatan. Pemerintah daerah perlu menyiapkan dokumen perencanaan dan anggaran yang terintegrasi agar program penanganan dapat berjalan efektif,” ujar Bupati.
Lokakarya yang berlangsung selama tiga hari, 1–3 Oktober 2025, ini bertujuan untuk memastikan program pencegahan dan pengendalian ATM masuk dalam dokumen perencanaan daerah tahun 2026, termasuk RKPD, Renja, dan RKA. Kegiatan juga mengacu pada regulasi terbaru, seperti Permendagri No. 12 dan 15 Tahun 2024.
Muhammad Ilham, S.E., M.M., selaku koordinator kegiatan dari Bappeda, menambahkan bahwa output dari lokakarya ini adalah tersusunnya rumusan program dan anggaran strategis P2 ATM, yang akan menjadi acuan kebijakan kesehatan daerah lima tahun ke depan.
Pemerintah daerah berharap hasil lokakarya ini dapat menjadi pijakan penting dalam upaya menekan angka AIDS, TB, dan Malaria serta mendukung target nasional Ending ATM 2030. [Red]









