InfoMatoa, (Pegunungan Arfak) | Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendorong Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama pemerintah daerah untuk segera membangun rumah sakit rujukan di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf). Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat dan memperpendek jarak akses layanan medis lanjutan.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah XII, Mustafa, di Manokwari, Senin (29/9), menjelaskan bahwa hingga saat ini masyarakat Pegaf baru memiliki akses pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang telah bekerja sama dengan BPJS. Namun, fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) belum tersedia di kabupaten tersebut.
“Ketiadaan FKRTL membuat warga yang membutuhkan layanan lanjutan harus dirujuk ke Kabupaten Manokwari. Padahal jarak dan waktu tempuh cukup jauh, sehingga sangat berisiko pada kondisi darurat,” tegas Mustafa.
Ia menekankan, idealnya setiap kabupaten memiliki rumah sakit rujukan agar masyarakat dapat memperoleh layanan spesialis lebih cepat dan mudah. Karena itu, BPJS Kesehatan mendorong Pemprov Papua Barat bersama pemerintah daerah menyiapkan RSUD atau membuka peluang kerja sama dengan investor swasta.
“BPJS menunggu keberadaan RS yang memenuhi syarat dan standar. Jika RS sudah siap, baik milik pemerintah maupun swasta, maka kerja sama pasti dilakukan,” tambahnya.
Saat ini, terdapat 91 FKTP dan 11 rumah sakit di Papua Barat yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari tujuh kabupaten yang ada, hanya Pegaf yang belum memiliki RS rujukan.
Mustafa berharap keberadaan RS rujukan di Pegaf dapat menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas tanpa masyarakat harus menempuh perjalanan jauh ke Manokwari. Selain itu, BPJS juga berkomitmen menghadirkan berbagai terobosan, termasuk program pengiriman tenaga kesehatan ke daerah terpencil di Tanah Papua serta pengembangan layanan telemedicine, yang tetap harus ditopang oleh infrastruktur dan fasilitas kesehatan yang memadai di daerah. [Red]









