InfoMatoa, (Sarmi) | Dinas Pariwisata Kabupaten Sarmi menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tingkat Dasar Tenun Tahun 2025, bertempat di Gedung Kesenian Kantor Dinas Pariwisata, Distrik Sarmi Selatan, (2/10).
Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sarmi, Hj. Jumriati, S.H, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Fredik Sunuk, serta dihadiri instruktur tenun dari Yogyakarta, Eka Yulia Dewi, IR, jajaran TNI-Polri, dan peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Eka Yulia Dewi menyampaikan bahwa tenun adalah warisan budaya yang bukan sekadar rangkaian benang, tetapi juga sarat makna dan kreativitas. Ia mendorong peserta untuk berani berkreasi dan menikmati setiap proses menenun.
Wakil Bupati Hj. Jumriati menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan kain tenun khas Sarmi, yaitu Tenun Terfo yang dibuat dari serat daun nibung hutan.
“Tenun Terfo bukan hanya kain tradisional, tetapi identitas budaya Sarmi. Bahkan, pernah tampil di International Fashion Week London tahun 2023. Pemerintah akan terus mendukung pengrajin agar lebih kreatif dan menghasilkan produk variatif,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya regenerasi pengrajin agar tradisi menenun tidak punah, mengingat minat generasi muda masih rendah. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menguasai teknik dasar tenun, menerapkannya di lingkungan masing-masing, serta mengajarkannya kembali kepada generasi penerus. [Red]









