InfoMatoa, (Keerom) | Pemerintah Kabupaten Keerom kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan.
Pada Jumat (10/10/2025), Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP. meresmikan gedung baru SD Negeri Kriku di Kampung Kriku, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.
Peresmian ini turut dihadiri Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, Sekda Keerom Drs. Stenly N. Moningka, S.Pd., M.M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan Inggrid Tandibua, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para guru.
Dalam laporannya, Sekretaris Dinas Pendidikan Inggrid Tandibua menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas SD Negeri Kriku dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), mencakup enam ruang kelas, satu ruang guru, dan satu unit perpustakaan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Piter Gusbager menegaskan bahwa pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada lagi kampung di Keerom tanpa sekolah dan guru pada tahun 2030.
“Ini bukan hanya tentang gedung, tetapi tentang membangun bangsa melalui pemerataan pendidikan. Kami ingin setiap anak di Keerom punya kesempatan belajar yang sama, dari perbatasan hingga pusat kota,” ujarnya.
Piter juga menyoroti pentingnya disiplin dan dedikasi para guru dalam melayani di daerah terpencil. Ia menegaskan akan menindak tegas guru yang tidak menjalankan tugasnya dan akan memberikan tunjangan khusus bagi guru di wilayah pinggiran seperti Arso Timur, Towe, Waris, dan Senggi.
“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, fondasi dari semua profesi. Tidak ada pemimpin, pendeta, atau aparat tanpa seorang guru,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, Bupati Gusbager menyerahkan satu unit sepeda motor jenis CRF kepada pihak sekolah untuk mendukung mobilitas tenaga pengajar.
Kegiatan ditandai dengan penarikan tirai, penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, serta pemberkatan gedung oleh Pdt. Jhon Klauw.
Usai peresmian, Bupati melakukan peninjauan Puskesmas Kriku dan menanam padi gogo secara simbolis di halaman puskesmas.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh sukacita, menegaskan semangat pembangunan berkeadilan di perbatasan timur Indonesia. [Red]









