InfoMatoa, (New York) | Gencatan senjata antara Israel dan Hamas membuka akses bantuan ke Jalur Gaza. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan peningkatan besar dalam pengiriman logistik sejak kesepakatan damai berlaku pada Jumat (10/10).
Gas dan Bantuan Makanan Mulai Masuk
OCHA menyampaikan bahwa gas untuk memasak berhasil masuk ke Gaza untuk pertama kalinya sejak Maret. Hal ini menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak konflik.
Selain itu, PBB bersama mitra kemanusiaan menyalurkan ribuan paket makanan hangat dan roti ke wilayah utara dan selatan. Israel pun menambah izin pengiriman logistik hingga mencapai 190.000 ton bantuan. Jumlah itu mencakup makanan, obat-obatan, perlengkapan tempat tinggal, dan kebutuhan pokok lain.
“Ini baru permulaan,” ujar OCHA.
Lembaga itu berencana memperluas operasi agar bantuan menjangkau seluruh penduduk Gaza dalam 60 hari pertama gencatan senjata.
Fokus pada Pemulihan dan Pendidikan
Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Tom Fletcher, mengatakan target pengiriman mencapai ratusan truk setiap hari. Total bantuan mencapai 170.000 ton logistik.
Bantuan tersebut meliputi makanan bagi 2,1 juta warga, layanan gizi untuk 500 ribu orang, serta perbaikan layanan kesehatan dan air bersih bagi 1,4 juta warga. PBB juga menyiapkan tempat belajar sementara untuk 700 ribu anak agar kegiatan pendidikan tetap berjalan.
Harapan Baru bagi Warga Gaza
Gencatan senjata ini merupakan hasil perundingan tiga hari di Sharm el-Sheikh, Mesir, dengan dukungan Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut memberi ruang bagi masyarakat Gaza untuk menerima bantuan dan memulai pemulihan.
PBB berharap stabilitas ini bertahan lama. Dengan begitu, distribusi bantuan dapat berjalan lancar dan kehidupan warga Gaza perlahan membaik. [Red]









