InfoMatoa, (Kanada) | KBRI Ottawa menyebut Asia Tenggara sebagai episentrum pertumbuhan global. Kawasan ini kini menjadi mitra strategis penting bagi Kanada. Peran Asia Tenggara terus meningkat dalam ekonomi dunia. Selain itu, posisi geopolitiknya semakin kuat saat ini. Hal ini memicu ketertarikan besar dari negara-negara Barat.
Duta Besar RI Muhsin Syihab menyampaikan hal tersebut pada Kamis (8/1). Beliau menilai Asia Tenggara merupakan kawasan yang relatif stabil. Pasalnya, kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis. Muhsin menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah dialog eksklusif bersama media.
Acara ini melibatkan para duta besar negara ASEAN di Ottawa. Mereka bertemu pimpinan redaksi Diplomat Magazine Canada pada Selasa (6/1). KBRI Ottawa menjadi tuan rumah bagi pertemuan penting tersebut. Perwakilan Indonesia, Filipina, Vietnam, hingga Malaysia hadir dalam pertemuan ini. Selanjutnya, Komisi Tinggi Malaysia menginisiasi kegiatan diplomasi kolektif ini.
Kekuatan Ekonomi ASEAN dan Kemitraan Strategis
Muhsin menekankan bahwa PDB gabungan ASEAN mencapai 3,8 triliun dolar AS. Angka ini menempatkan ASEAN sebagai ekonomi terbesar kelima dunia. Oleh karena itu, ASEAN menawarkan kemitraan setara bagi Kanada. Hal ini akan memberikan keuntungan timbal balik bagi kedua pihak.
Diskusi tersebut juga menyoroti sentralitas ASEAN di kawasan Indo-Pasifik. Stabilitas regional serta hubungan antarmasyarakat menjadi fokus pembicaraan utama. Pasalnya, faktor ini sangat krusial bagi keberlanjutan ekonomi jangka panjang. Para kepala perwakilan menilai stabilitas kawasan berpengaruh langsung terhadap perdagangan.
Selain itu, konektivitas maritim tetap menjadi prioritas keamanan utama. Arsitektur kerja sama ASEAN menjaga ketahanan rantai pasok global. Diplomat senior ASEAN menegaskan peran organisasi sebagai jangkar diplomasi. Mereka terus mendorong dialog inklusif antarnegara di kawasan. Oleh karena itu, para pemimpin mengedepankan penyelesaian damai berbasis konsensus.
Fokus Kerja Sama Indonesia-Kanada ke Depan
Muhsin menyoroti pentingnya perjanjian Indonesia–Canada CEPA secara khusus. Kesepakatan ini menyusul nota kesepahaman antara KADIN dan Business Council of Canada. Penandatanganan dokumen berlangsung pada September 2025 di Ottawa. Momen tersebut bertepatan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto.
Beliau berharap komunitas bisnis segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut. Kerja sama konkret harus memberikan dampak langsung bagi ekonomi. Pasalnya, implementasi di lapangan menjadi kunci keberhasilan diplomasi ekonomi. Sektor energi dan ketahanan pangan menjadi fokus utama kerja sama ke depan.
Selanjutnya, hilirisasi industri dan ekonomi digital turut masuk daftar prioritas. Pimpinan redaksi Diplomat Magazine Canada juga menggali pandangan mengenai Indo-Pasifik. Mereka membahas peluang investasi di sektor mineral kritis dan infrastruktur. Selain itu, kedua pihak mendiskusikan potensi perjanjian perdagangan ASEAN-Kanada.
Para diplomat menutup dialog dengan visi pertumbuhan inklusif bersama. Kemitraan ASEAN-Kanada harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat. Melalui diplomasi kolektif, ASEAN memperkuat perannya sebagai kawasan yang stabil. Langkah ini bertujuan menjaga perdamaian di kawasan Indo-Pasifik yang dinamis. [Red]









