InfoMatoa, (Deiyai) | Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, melakukan distribusi langsung 6.400 bibit pohon kopi jenis Arabika kepada masyarakat Kabupaten Deiyai. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah provinsi untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan produksi kopi lokal. Penyerahan bibit dilakukan pada Kamis (10/10) dan diterima secara simbolis oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, sebagaimana dilansir dari Tribun-Papua.com.
“Bagi warga Deiyai yang memiliki lahan kosong akan mendapatkan bibit pohon kopi untuk dibudidayakan,” ujar Bupati Deiyai, Melkianus Mote.
Dukungan Pemerintah untuk Petani Lokal
Melkianus Mote menyebutkan bahwa distribusi bibit kopi ini mencerminkan perhatian serius Gubernur Papua Tengah terhadap kesejahteraan petani. Ia langsung memerintahkan Dinas Pertanian agar mendampingi para petani penerima bibit, sehingga proses budi daya berjalan lancar dan hasilnya maksimal.
Bupati Melkianus menjelaskan bahwa pemerintah membeli bibit kopi langsung dari petani lokal, bukan mendatangkannya dari luar daerah. Pola ini tidak hanya memperkuat ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga perputaran uang tetap berada di wilayah Deiyai. Oleh karena itu, pemerintah mendorong masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kerja sama dalam mengembangkan potensi kopi Arabika yang menjadi kebanggaan daerah.
Skema Pembayaran dan Edukasi Lapangan
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, memaparkan cara petani dapat memperoleh pendapatan dari program tersebut.
“Setiap bibit kopi akan dibayar Rp2.500 per bulan. Jika seseorang menyiapkan 1.000 bibit, maka ia menerima 2.500 kali 1.000. Bagi yang menyiapkan 5.000 bibit, berarti 5.000 kali 2.500. Jadi petani memperoleh penghasilan dari biji kopi, bibit pohon, serta dana operasional,” kata Aleks Pigai dikutip dari Tribun-Papuatengah.com.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir di lapangan untuk memberikan pelatihan dan pemantauan langsung.
“Jika metode penanaman tidak sesuai, kami segera turun memberikan edukasi kepada petani,” tutur Aleks.
Selain itu, ia memastikan pada tahun 2026 pemerintah tidak lagi menunggu proposal bantuan. Sebaliknya, Dinas Pertanian akan langsung mengunjungi kampung-kampung dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang telah berusaha mandiri.
Langkah nyata ini diyakini dapat memperkuat posisi Deiyai sebagai salah satu sentra kopi Arabika unggulan di Papua Tengah. [Red]









