InfoMatoa, (Kab. Jayapura) | Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai peletakan batu pertama pembangunan Kelenteng Dharma Agung Sakti di Vihara Cycloop Dhammajaya Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Minggu (19/10). Wakil Bupati Jayapura Haris Ricard Yocku, S.H., memimpin acara ini, yang dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai kalangan umat Tridharma, tokoh agama, pejabat pemerintah, serta masyarakat umum.
Peletakan Batu Pertama: Simbol Persatuan
Lagu Indonesia Raya dan doa pemberkatan lokasi membuka rangkaian acara. Setelah itu, para rohaniwan dan tamu kehormatan menandatangani prasasti serta meletakkan batu pertama. Bhikkhu Kittipanno Tera menekankan bahwa pembangunan kelenteng tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran batin.
“Setiap batu yang diletakkan hari ini menjadi simbol niat baik dan semangat kebersamaan. Mari kita jadikan pembangunan ini sebagai sarana menumbuhkan kebajikan dan welas asih di tengah masyarakat.“
Simbol Toleransi Antarumat Beragama
Wakil Ketua Panitia, Tansri Gajali, S.T., menegaskan bahwa Kelenteng Dharma Agung Sakti menjadi simbol nyata toleransi antarumat beragama di Papua. Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar dan semakin mempererat persaudaraan.
“Ini adalah bukti nyata bahwa Papua adalah tanah yang terbuka dan penuh kasih. Semoga kelenteng ini memperkuat persaudaraan dan toleransi di masyarakat.“
Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Klemens Taran, S.Ag., menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah ini menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai spiritual. Ia menambahkan bahwa kelenteng mencerminkan akulturasi budaya Tionghoa dan kearifan lokal Papua yang harmonis serta menegaskan kebebasan beragama di Tanah Papua.
Dukungan Pemerintah dan Peran Sosial Kelenteng
Wakil Bupati Jayapura Haris Ricard Yocku, S.H., menekankan bahwa kelenteng bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan kebudayaan. Ia mengapresiasi peran kelenteng dalam memperkuat toleransi, kerukunan, dan keharmonisan masyarakat Jayapura yang majemuk.
Acara semakin meriah dengan penampilan Barongsai dan anak-anak Sekolah Minggu Ananda. Kegiatan ditutup dengan foto bersama, pemberian cinderamata, dan peninjauan ruang Dhamma Sala. Pembangunan Kelenteng Dharma Agung Sakti kini menjadi tonggak kerukunan umat sekaligus simbol persatuan di Bumi Cenderawasih. [Red]









