InfoMatoa, (Biak) | Ribuan warga memadati Jl. Imam Bonjol, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, untuk menyaksikan dan menikmati kemeriahan Munara Fananggi Pesona Kuliner, salah satu rangkaian utama Festival Budaya Biak Tahun 2025, Minggu (19/10). Acara ini menghadirkan Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, S.H., M.H., Wakil Bupati Jimmy C. R. Kapisa, S.T., dan Duta Besar Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito. Selain itu, ribuan warga Biak Numfor turut memeriahkan festival ini dengan antusiasme tinggi.
Apresiasi dan Pesan Bupati
Dalam sambutannya, Bupati Markus Mansnembra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan aktif menyukseskan festival budaya tahunan ini. Ia menekankan pentingnya melestarikan adat dan budaya untuk generasi muda.
“Mari kita jadikan Kabupaten Biak Numfor sebagai kota yang cinta suku, adat, dan budaya. Budaya yang diwariskan leluhur harus terus kita tanamkan dan lestarikan bagi generasi muda.“
Makna Munara Fananggi
Wakil Bupati Jimmy Kapisa menjelaskan bahwa Munara Fananggi merupakan tradisi penting masyarakat Biak yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan. Ia menambahkan bahwa festival ini bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga upaya memperkuat ikatan budaya agar tidak hilang ditelan zaman.
“Munara Fananggi adalah upacara adat Biak untuk memohon perlindungan dan pertolongan dari leluhur Manseren Manggundi. Melalui festival ini, kita memperkuat ikatan budaya sekaligus menampilkan kesenian yang sarat makna.“
Pesta Kuliner dan Atraksi Budaya
Acara dilanjutkan dengan pertunjukan Munara Fananggi oleh Grup Wor Maremi Opiaref, disusul pesta kuliner di sepanjang ruas jalan. Ribuan warga menikmati beragam hidangan khas Biak, mencerminkan kekayaan cita rasa dan keramahtamahan masyarakat setempat. Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan atraksi tradisi lokal lainnya seperti Snap Mor dan Apen Beyeren, yang turut memperkaya pengalaman budaya.
Festival Budaya Biak 2025 menjadi ajang tahunan yang memperkuat identitas budaya Biak sekaligus menarik minat wisatawan ke Papua. Dengan semangat kebersamaan, festival ini menunjukkan bahwa budaya dan kuliner lokal dapat menjadi kekuatan untuk melestarikan tradisi, mempererat hubungan sosial, dan mendukung sektor pariwisata. Masyarakat berharap panitia terus menyelenggarakan kegiatan serupa secara rutin agar panitia dan warga dapat memperkenalkan budaya Biak secara luas di tingkat nasional maupun internasional. [Red]









