Sosialisasi Penamaan Jalan di Nduga Dorong Partisipasi Warga dan Penguatan Identitas Lokal

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 14:58 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Nduga) | Pemerintah Kabupaten Nduga menggelar Rapat Sosialisasi Perubahan Penamaan Jalan di Lantai 2 Gedung Kantor Bupati Nduga, Distrik Kenyam, Kamis (23/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Nduga dalam menata wilayah dan memperkuat identitas lokal. Selain itu, pemerintah juga ingin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Peran Nama Jalan dalam Identitas Lokal

Plt. Bupati Nduga Yoas Beon menekankan bahwa penetapan nama jalan bukan sekadar urusan administratif. Nama jalan memiliki peran strategis sebagai penanda lokasi. Selain itu, nama jalan mencerminkan sejarah, budaya, dan penghargaan terhadap tokoh serta nilai-nilai lokal. Ia mendorong masyarakat aktif memberikan saran agar setiap nama jalan benar-benar sesuai dengan identitas daerah.

“Pemberian nama jalan ini bukan sekadar administratif, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap tokoh dan nilai budaya yang membentuk karakter masyarakat Nduga,”

ujar Yoas Beon.

Baca Juga :  Pemkab Jayapura Gelar Pelatihan Kewirausahaan untuk UMKM, Dorong Promosi Digital dan Penguatan Ekonomi Mikro

Tindak Lanjut Peraturan Daerah

Plt. Kepala Bappelitbang Hariman Usman menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda) tentang pedoman pemberian nama jalan dan sarana umum lainnya. Perda tersebut disahkan DPRD Kabupaten Nduga pada 2024. Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) yang akan menjadi dasar hukum pelaksanaan penamaan jalan secara resmi.

Sejarah dan Keterlibatan Publik

Damius Gwijangge menjelaskan bahwa DPRD Nduga menyahkan kebijakan penamaan jalan yang prosesnya berlangsung sejak 2018 hingga 2024. Ia menekankan bahwa pemerintah harus melibatkan masyarakat. Dengan demikian, nama jalan bisa mencerminkan kearifan lokal, tokoh berpengaruh, serta flora dan fauna khas Nduga. Selain itu, melalui partisipasi warga, pemerintah berharap setiap nama jalan menjadi simbol budaya yang generasi mendatang dapat kenang.

Baca Juga :  Jelang HUT RI ke-80, Polres Tolikara Intensifkan Patroli Siang–Malam untuk Hadirkan Rasa Aman

Aturan Penamaan Jalan

Kepala Dinas PUPR Gaiy Murib menambahkan bahwa pemerintah menyesuaikan penamaan jalan dengan ketentuan Kemendagri Nomor 55 Tahun 2022. Nama jalan harus bebas dari unsur provokatif dan tidak boleh berulang. Selain itu, sebaiknya pemerintah menggunakan nama tokoh yang telah wafat sebagai bentuk penghargaan. Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan penataan wilayah yang lebih tertib dan rapi.

Komitmen Pemkab Nduga

Melalui sosialisasi ini, Pemkab Nduga menegaskan komitmennya untuk menata wilayah secara lebih terstruktur. Selain itu, pemerintah ingin memperkuat identitas lokal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemberian nama jalan. Dengan demikian, setiap jalan bukan hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga media penghormatan terhadap sejarah, budaya, dan tokoh lokal. [Red]

BERITA LAINNYA

Maraton Kunker Wapres Gibran di Papua: Dari Sekolah Rakyat Biak, Main Bola di Wamena, hingga Agendakan Yahukimo
Usai dari Biak Numfor, Gibran Lanjutkan Kunjungan ke Wamena
Pemkab Jayawijaya Pastikan Rekrutmen Taruna PTDI-STTD 2026, Lulusan Dijamin Jadi ASN
Enam Warga Diamankan Aparat di Dekai Yahukimo, Akhirnya Dibebaskan
Duka di Balik Kontak Senjata Nduga: Praka Satria Taopan Gugur dalam Tugas
Dana Desa Tahap II Distrik Apalapsili Cair, Penyaluran Dipusatkan di Bank Papua Elelim
Awal Tahun 2026, Stok BBM di Kenyam Nduga Dipastikan Aman dan Mencukupi
Membentang di 3 Provinsi, Luas Taman Nasional Lorentz Tembus 2,4 Juta Hektare
Berita ini 1 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:12 WIT

Maraton Kunker Wapres Gibran di Papua: Dari Sekolah Rakyat Biak, Main Bola di Wamena, hingga Agendakan Yahukimo

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:51 WIT

Usai dari Biak Numfor, Gibran Lanjutkan Kunjungan ke Wamena

Senin, 12 Januari 2026 - 10:17 WIT

Pemkab Jayawijaya Pastikan Rekrutmen Taruna PTDI-STTD 2026, Lulusan Dijamin Jadi ASN

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:40 WIT

Enam Warga Diamankan Aparat di Dekai Yahukimo, Akhirnya Dibebaskan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:45 WIT

Duka di Balik Kontak Senjata Nduga: Praka Satria Taopan Gugur dalam Tugas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!