InfoMatoa, (Jayawijaya) | Pengawasan WNA Jayawijaya menjadi fokus utama rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura di Grand Baliem Hotel, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (24/10). Kepala Kantor Imigrasi Jayapura, Sutejo, memimpin langsung rapat ini, sementara sekitar 20 peserta dari berbagai instansi terkait hadir aktif, termasuk unsur keamanan, intelijen, dan dinas pemerintahan.
Tujuan dan Pentingnya Timpora
Sutejo menegaskan bahwa pengawasan WNA Jayawijaya melalui Timpora bertujuan memperkuat sinergi antar-stakeholder dalam memantau keberadaan dan aktivitas orang asing sesuai UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Ia juga menyoroti potensi ancaman di wilayah rawan konflik seperti Jayawijaya, termasuk risiko TPPO dan penyelundupan barang ilegal. Selain itu, rapat ini bertujuan menjadi wadah strategis bagi peserta untuk merumuskan langkah pengawasan secara efektif, cepat, dan tepat sasaran.
Partisipasi Instansi Terkait
Rapat menghadirkan perwakilan Kodim 1702/JWY, Polres Jayawijaya, Lanud Corinus Krey, BASARNAS, Dinas Pariwisata, dan unsur intelijen. Para peserta aktif berdiskusi mengenai kendala yang ada, termasuk keterbatasan anggaran yang membuat penempatan personel keimigrasian di Bandara Wamena belum optimal. Selain itu, peserta menekankan perlunya kejelasan dasar hukum dalam penindakan pelanggaran yang dilakukan WNA. Diskusi ini membantu seluruh pihak memahami tantangan dan merancang solusi bersama agar pengawasan lebih optimal.
Koordinasi Lintas Sektor
Peserta sepakat bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar pengawasan orang asing berjalan efektif. Mereka menegaskan perlunya sinergi antara Imigrasi, aparat keamanan, dan instansi terkait lain. Selain itu, peserta menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas personel, pemanfaatan teknologi informasi, serta penyediaan sumber daya memadai. Dengan demikian, pengawasan WNA Jayawijaya dapat berjalan cepat, efisien, dan menyeluruh.
Penutup dan Harapan
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto peserta. Secara keseluruhan, rapat Timpora ini menjadi langkah strategis memperkuat pengawasan WNA Jayawijaya, sekaligus meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kesadaran publik tentang pentingnya mitigasi serta menjaga stabilitas wilayah secara menyeluruh.
[Red]









