InfoMatoa, (Sorong) | Pemerintah Kota Sorong bersama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (PPLH) dan seluruh elemen masyarakat memulai gerakan “Aksi Bersih” selama tiga hari berturut-turut. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemkot Sorong untuk mewujudkan kota yang bersih, indah, dan ramah lingkungan. Selain membersihkan, aksi ini juga fokus pada edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan sehat.
Kolaborasi Masyarakat untuk Kota Bersih
Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif masyarakat.
“Kota Sorong adalah rumah kita bersama. Menjaga lingkungan agar tetap bersih dan hijau adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat,” ujarnya
Ia menekankan pentingnya menumbuhkan budaya hidup bersih. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai hingga menjaga kebersihan sungai, pantai, dan ruang publik. Anshar Karim optimistis, dengan semangat gotong royong, Sorong akan menjadi kota yang nyaman, sehat, dan membanggakan.
Gerakan ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Pengelolaan Sampah. Kegiatan serupa digelar serentak di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada 24-26 Oktober 2025. Kepala PPLH, Abdulmuin, menjelaskan bahwa persoalan sampah berdampak luas pada kesehatan, keindahan, dan perekonomian.
“Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi telah menjadi gerakan moral bersama. Satu atau dua kali aksi tidak akan cukup. Kita membutuhkan gerakan masif dan sistematis,” ujarnya
Aksi bersih melibatkan ASN, personel TNI, pelajar, komunitas pemuda, dan masyarakat umum. Kegiatan berlangsung di tiga lokasi vital. Jumat (24/10) di Pasar Bersama, Sabtu (25/10) di Kompleks BTN Kilometer 9, dan Minggu (26/10) di Sorong City. Selain pembersihan fisik, peserta mengedukasi warga tentang pengelolaan sampah, daur ulang, dan penghijauan. Langkah kolaboratif ini sejalan dengan upaya Pemkot Sorong menangani permasalahan sampah yang sebelumnya cukup serius. Aksi ini juga menjadi fondasi untuk membentuk pola pikir warga agar lebih peduli, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan aksi ini, diharapkan Sorong meraih predikat kota bersih Adipura serta membangun kesadaran kolektif warga untuk menjaga kota tetap sehat, indah, dan nyaman untuk ditinggali. [Red]









