InfoMatoa, (Pegunungan Bintang) | Tokoh agama Katolik di Kabupaten Pegunungan Bintang, Pastor Yulius Dainang Waja, menegaskan komitmennya untuk mendukung program Pemerintah Pusat. Selain itu, ia bertekad mengawal langsung pelaksanaan setiap program di wilayah tersebut. Ia menyampaikan hal ini dalam pertemuan pribadi (personal meeting) yang berlangsung di Kampung Mabilabol, Distrik Oksibil, pada Jumat (7/11).
Dalam kesempatan itu, Pastor Yulius berbicara sebagai Dekan Dekenat Gereja Katolik Mabilabol. Ia menyampaikan rasa syukur kepada Presiden Republik Indonesia. Ia juga mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah terhadap kebutuhan umat di pedalaman.
“Kami bersyukur atas bantuan dua set sound system portable untuk Gereja Katolik di Dekenat Mabilabol. Bantuan ini sangat membantu pelayanan umat, terutama di tengah keterbatasan listrik yang belum beroperasi penuh 24 jam,” ujarnya.
Ia menilai, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan teknis, tetapi juga menjadi simbol nyata perhatian pemerintah terhadap kehidupan keagamaan masyarakat di wilayah perbatasan.
Pastor Yulius menegaskan bahwa Gereja Katolik di Dekenat Mabilabol siap bekerja sama dengan pemerintah untuk menyukseskan berbagai program pembangunan. Sinergi itu difokuskan pada bidang pendidikan, sosial, dan kesejahteraan umat.
“Kami melihat perhatian pemerintah ini sebagai wujud nyata komitmen untuk mewujudkan pelayanan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil seperti Pegunungan Bintang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Gereja Katolik akan mendukung program pemerintah melalui pendampingan umat dan penguatan nilai moral. Selain itu, gereja juga mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
Dalam pertemuan itu, Pastor Yulius mengajak umat Katolik di Dekenat Mabilabol menjaga keamanan, kedamaian, serta ketertiban lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya keteguhan iman. Dengan begitu, umat tidak mudah terprovokasi atau terlibat dalam kegiatan kelompok separatis yang bertentangan dengan nilai-nilai Katolik.
“Kita harus menjadi pembawa damai. Gereja berperan penting memperkuat persaudaraan dan membantu pemerintah menjaga keutuhan bangsa,” tegasnya.
[Red]









