InfoMatoa, (Merauke) | Dalam upaya memperkuat semangat kebangsaan dan meneguhkan komitmen menolak paham separatis, Dewan Pimpinan Daerah Barisan Merah Putih (DPD BMP) Provinsi Papua Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi Kebangsaan bertema “Perkuat Nasionalisme Menolak Separatis” di Bian Room Hotel Sunnyday Inn, Merauke, Kamis (13/11).
DPD BMP Papua Selatan Gelar Sosialisasi Kebangsaan
Ketua DPD BMP Papua Selatan, Dr. Esau Hombore, S.STP., M.Si, memimpin jalannya kegiatan tersebut. Tak hanya itu, sejumlah tokoh daerah dan perwakilan organisasi kepemudaan juga hadir untuk mengikuti acara ini.
Sejumlah tokoh hadir pada acara ini. Di antaranya, Yohan Lamis Mahuze (Ketua Kadin Papua Selatan sekaligus Tokoh Adat) dan Marius Oktop Kateng (Wakil Ketua II DPD BMP Papua Selatan). Tak hanya itu, Aldi Makalau (Ketua DPC GMNI Merauke) serta Sultan Hasanuddin (Wakil Presiden Mahasiswa Unmus Merauke) juga ikut hadir.
Penyelenggara membuka acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan melaksanakan doa bersama. Selanjutnya, Dr. Esau Hombore menyampaikan sambutan pembukaan. Ia menegaskan pentingnya memperkuat nasionalisme sebagai tameng utama dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman separatisme.
“Memperkuat nasionalisme adalah pendekatan fundamental untuk menolak separatis. Nasionalisme menjadi landasan utama agar masyarakat Papua Selatan berdiri teguh sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Dr. Esau Hombore.
Dalam pemaparannya, Esau menekankan pentingnya memahami Otonomi Khusus (Otsus) yang memiliki tujuh kewenangan utama. Selain itu, ia menjelaskan bahwa negara tetap memegang kendali atas bidang strategis, seperti pertahanan, keamanan, dan moneter. Ia menegaskan bahwa kewenangan tersebut harus digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.
Peserta Didorong Memperkuat Nasionalisme dan Keterampilan Pemuda
Selain itu, Esau menekankan pentingnya pendidikan dan keterampilan (skill) sebagai kunci kemajuan masa depan. Menurutnya, melalui pendidikan, generasi muda Papua Selatan dapat menikmati peluang kerja di berbagai sektor, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Negara telah membuka ruang luar biasa di sektor pendidikan dan ketenagakerjaan. Anak muda Papua Selatan harus menyiapkan diri dengan keterampilan agar dapat berperan dalam pembangunan,” tambahnya.
Penyelenggara mengajak peserta untuk berdiskusi mengenai langkah-langkah pemerintah dalam memperkuat peran nasionalisme di daerah perbatasan, seperti Merauke. Selain itu, mereka membahas penguatan program pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta pelibatan tokoh adat dan pemuda dalam kegiatan sosial budaya.
Panitia menutup kegiatan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Suasana hangat dan penuh keakraban menyertai interaksi antara peserta dan panitia.
Melalui sosialisasi ini, penyelenggara berharap semangat nasionalisme Pemuda Papua Selatan semakin tumbuh. Tak hanya itu, kegiatan ini juga meneguhkan tekad peserta untuk menjaga perdamaian dan memperkuat persatuan dalam bingkai NKRI. [Red]









