Pemetaan Etnografi Jadi Kunci: Papua Selatan Mantapkan Arah Kebijakan Pembangunan

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 13:52 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Merauke) | Forum Group Discussion II (FGD II) tentang Kajian Pemetaan Wilayah Berbasis Etnografi digelar di Aula Hotel Suny Day, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Kamis (20/11). Asisten III Setda Provinsi Papua Selatan, Drs. Alberth A. Rapami, M.AP., memimpin kegiatan ini. Peserta hadir dari berbagai instansi, termasuk BP3OKP Papua Selatan, LPPM Universitas Musamus, serta perwakilan Baperida provinsi dan kabupaten. FGD ini berfungsi sebagai ruang penyamaan persepsi lintas pemangku kepentingan terkait arah kebijakan pemetaan wilayah berbasis etnografi. Selain itu, kegiatan menjadi landasan perencanaan pembangunan daerah.

Dalam diskusi, peserta menekankan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah harus berpedoman pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Undang-Undang ini menitikberatkan pada peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan daya saing daerah. Selanjutnya, mereka menyoroti masih terbatasnya sumber daya manusia riset di pemerintah daerah. Sementara itu, kapasitas perguruan tinggi seperti Universitas Musamus dinilai kuat, namun terkendala pembiayaan. Oleh sebab itu, kolaborasi strategis antara Baperida dan kalangan akademisi menjadi penting untuk menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan lokal Papua Selatan.

Baca Juga :  Satnarkoba Merauke Tangkap Pelaku Peredaran Sabu

Dari sisi metodologi, para peserta menegaskan bahwa pendekatan etnografi penting untuk memahami pola kehidupan masyarakat secara mendalam melalui observasi langsung. Namun, persoalan mendasar adalah belum optimalnya pemanfaatan hasil riset sebelumnya sebagai dasar kebijakan pembangunan. Oleh karena itu, FGD menekankan agar setiap kajian etnografi tidak berhenti pada tingkat akademik. Sebaliknya, hasil kajian harus disampaikan secara resmi kepada pimpinan OPD dan dijadikan rujukan dalam penyusunan kebijakan strategis daerah.

Baca Juga :  Distribusi Bantuan Pangan Bulog di Merauke Capai 5,6 Ton, Jangkau Kampung Terpencil

FGD II ini menyepakati komitmen bersama untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah, Baperida kabupaten, dan perguruan tinggi. Selanjutnya, para pemangku kepentingan mendorong pembentukan tim kerja terpadu serta penyusunan roadmap riset etnografi. Dengan demikian, riset dapat terintegrasi dalam RPJMD, RKPD, dan dokumen perencanaan sektoral lainnya. [Red]

BERITA LAINNYA

Polres Mappi Perkuat Tata Kelola Anggaran Lewat Sosialisasi DIPA 2026
Raker Perdana KPPS 2025–2030 Dibuka, Pemuda Papua Selatan Didorong Jadi Motor Pembangunan
Stok Bapokting di Merauke Cukup, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan Harga
Kasad Pimpin Natal Bersama TNI-Polri 2026, Tekankan Perdamaian dan Pengabdian untuk Bangsa
Mentan Pimpin Rakor Serapan Gabah 2026, Tekankan Kolaborasi untuk Swasembada Pangan
DPRD Merauke Minta Reklamasi Pantai Lampu Satu Dikaji Menyeluruh Libatkan Tokoh Adat
PT ACP Umumkan Rencana Penanaman Baru Sawit di Merauke Mulai 2026
Prosesi Adat Pencabutan Salib Digelar, Pembangunan PSN di Wanam Kembali Berjalan
Berita ini 1 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:41 WIT

Polres Mappi Perkuat Tata Kelola Anggaran Lewat Sosialisasi DIPA 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:38 WIT

Raker Perdana KPPS 2025–2030 Dibuka, Pemuda Papua Selatan Didorong Jadi Motor Pembangunan

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:08 WIT

Stok Bapokting di Merauke Cukup, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan Harga

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:07 WIT

Kasad Pimpin Natal Bersama TNI-Polri 2026, Tekankan Perdamaian dan Pengabdian untuk Bangsa

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:50 WIT

Mentan Pimpin Rakor Serapan Gabah 2026, Tekankan Kolaborasi untuk Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Eropa - Amerika

Gedung Putih Tegaskan Sikap Trump soal Greenland Tetap Sama

Jumat, 16 Jan 2026 - 12:19 WIT

error: Content is protected !!