InfoMatoa, (Kota Jayapura) | Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Distrik Muaratami, Kota Jayapura, memperketat pengamanan dan pelayanan menjelang akhir tahun 2025. Langkah ini dilakukan setelah Rapat Evaluasi dan Koordinasi yang dipimpin Kepala PLBN Skouw, Ni Luh Puspa, Senin (24/11). Rapat juga membahas antisipasi kerawanan menjelang 1 Desember. Perwakilan lengkap dari instansi Koordinator CIQS, termasuk Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, serta unsur TNI dan Polri menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam evaluasi, peserta mengidentifikasi beberapa masalah penting. Perwakilan Imigrasi, Winter Borola, menyampaikan bahwa pelintas menggunakan identitas palsu (under cover). Mereka mengaku warga PNG padahal berasal dari Papua Pegunungan. Selain itu, beberapa ojek mengaku sebagai keluarga tokoh adat untuk menghindari pemeriksaan dan menggunakan jalur ilegal. Mewakili Bea Cukai, Frengky T, menekankan perlunya pengawasan lebih ketat. Termasuk, pemeriksaan barang mencurigakan harus menjadi prioritas.
Pihak keamanan menegaskan komitmen penuh. Danpos Den Intel Kapten Beni Napitupulu dan Kapospol Skouw Ipda David Wasanggai menekankan kerja sama terpadu dengan Satgas Pamtas dan PAM Swakarsa masyarakat. Satgas Pamtas Serka Dedi menambahkan bahwa semua kendaraan yang masuk dan keluar PLBN akan diperiksa ketat menjelang 1 Desember. Ia juga meminta praktik manifes tulisan tangan dihentikan. Selain itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan kebersihan area PLBN.
Kepala PLBN Skouw Ni Luh Puspa mengeluarkan instruksi tegas. Instruksi tersebut meliputi penertiban ojek, terutama saat hari pasar. Ia juga meminta Karantina memeriksa barang keluar masuk secara aktif. Petugas PLBN tidak boleh membantu pelintas menghindari prosedur pemeriksaan, menekankan integritas. Akhirnya, rapat koordinasi menyimpulkan perlunya peningkatan kewaspadaan khusus dan pengamanan terpadu untuk menjaga integritas perbatasan hingga akhir tahun. [Red]









