InfoMatoa, (Mappi) | Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mappi menggelar sosialisasi bertajuk “Peran Pemuda dalam Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme” di Gedung Serbaguna (GSG) Jalan Irian Jaya, Kepi, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, Jumat (8/11). Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIT dan melibatkan berbagai tokoh agama serta organisasi kepemudaan setempat.
Beberapa tokoh turut hadir. Mereka antara lain Kiai Suheli (Wakil Ketua PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Mappi), Widodo Pakaimu (Ketua KNPI Kabupaten Mappi), Siti Patimah (Ketua Muslimat NU Kabupaten Mappi), Ustadz Nurfalah (Ketua GP Ansor Kabupaten Mappi), Iim (Ketua Fatayat NU Kabupaten Mappi), Bahara (IWS Kabupaten Mappi), Pitman Nudin (Ketua Pagar Nusa Kabupaten Mappi), dan Husnul Khotimah (Kepala Sekolah LP Al-Ma’arif Kabupaten Mappi).
Dalam pemaparannya, Ustadz Nurfalah menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai pilar utama bangsa. Ia mengingatkan pentingnya menanamkan semangat kebangsaan dan nasionalisme sejak dini. Menurutnya, generasi muda harus tangguh agar tidak mudah terpengaruh arus globalisasi dan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
“Cinta tanah air tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kerja keras, gotong royong, dan kontribusi positif menjaga ketertiban serta keamanan di lingkungan sekitar. Keamanan bangsa bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh warga negara, terutama para pemuda,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pemuda di Kabupaten Mappi menumbuhkan sikap toleransi, saling menghargai, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, serta budaya. Ia menilai, perbedaan bukan sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang memperkokoh persaudaraan dan semangat kebangsaan.
“Pemuda harus menjadi teladan dalam menolak ujaran kebencian dan tindakan yang mengancam persatuan nasional. Jika persatuan dan keamanan terjaga, pembangunan dan kesejahteraan akan lebih mudah tercapai,” tambahnya.
Selain itu, Ustadz Nurfalah menyoroti tantangan era digital. Ia menilai, penyebaran informasi palsu (hoaks) dan paham radikalisme di media sosial menjadi ancaman nyata. Karena itu, ia menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan.
“Pemuda harus menjadi pelopor literasi digital dan menggunakan media sosial untuk menyebarkan nilai-nilai positif, semangat nasionalisme, serta pesan perdamaian,” katanya.
[Red]









