InfoMatoa, (Sentani) | Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Jayapura menggelar penyuluhan pencegahan HIV/AIDS untuk memperingati Hari AIDS Sedunia, Senin (1/12), di Sekretariat BMP Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Ketua BMP Kabupaten Jayapura, Yakob Fiobetauw, memimpin kegiatan ini secara langsung.
Acara menghadirkan sejumlah pimpinan organisasi. Mereka antara lain dr. Sri Moningsih, Penanggung Jawab Pencegahan HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura; Ketua Lembaga Anti Narkotika, Catherina Yapo; Ketua Aliansi Sentani Bersatu Sejahtera, Jhon Mauritz Suebu; serta tokoh pemuda dan perempuan di wilayah Sentani.
Dalam sambutannya, Yakob Fiobetauw menegaskan bahwa BMP peduli atas tingginya angka penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak positif dan masyarakat semakin memahami cara pencegahan maupun penanganan HIV/AIDS,” ujarnya.
Dr. Sri Moningsih membawakan penyuluhan utama. Ia menekankan pentingnya kesetiaan pada pasangan dan penggunaan alat pengaman saat berhubungan seksual. Ia juga mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksakan kesehatan. Ia menambahkan, HIV menular tidak hanya melalui hubungan seksual berisiko, tetapi juga melalui jarum suntik bekas dan penularan dari ibu ke bayi.
“Penyebaran HIV di Kabupaten Jayapura tergolong tinggi. Kita harus melindungi generasi muda dengan edukasi yang benar,” jelas dr. Sri Moningsih.
Dinas Kesehatan siap mendampingi masyarakat yang membutuhkan layanan terkait HIV/AIDS. Ketua Lembaga Anti Narkotika Kabupaten Jayapura, Catherina Yapo, menyebut peredaran miras dan narkotika memicu meningkatnya seks bebas dan penyebaran HIV.
“Kami bekerja sama dengan pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menekan peredaran barang berbahaya ini,” tegasnya.
Kegiatan juga menyalurkan santunan kepada keluarga almarhumah Irene Sokoy. Panitia membagikan paket bingkisan untuk ibu hamil dan mengajak peserta foto bersama.
Melalui penyuluhan ini, seluruh elemen masyarakat Kabupaten Jayapura diharapkan lebih sadar dan aktif mencegah HIV/AIDS. Edukasi konsisten, dukungan lintas lembaga, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci menciptakan generasi Papua yang sehat dan bebas dari ancaman HIV/AIDS. [Red]









