InfoMatoa, (Jayapura) | Komando Operasi atau Koops Swasembada menggelar Festival Dayung Sentani di kawasan Dermaga Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Festival ini digelar untuk memperingati Hari Juang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat atau TNI AD ke-80 tahun.
Wakil Penanggung Jawab Umum, Letkol Inf Nur Ismail, mengatakan festival ini bertujuan melestarikan budaya lokal.
“Jadi tujuan kami itu untuk melestarikan budaya yang dimiliki oleh warga Sentani, salah satunya melalui Festival Dayung Sentani,” kata Kasi Intel Koops Swasembada itu.
Ia menyebut panitia menyiapkan pelaksanaan festival dalam waktu cukup singkat, yakni sekitar tiga pekan. Panitia menyelenggarakan sejumlah kegiatan, seperti lomba dayung, tari Isosolo, pasar UMKM, serta hiburan. Panitia juga tidak memungut biaya pendaftaran bagi peserta lomba.
Sebanyak 32 tim mengikuti lomba dayung dengan jarak tempuh kurang lebih 300 meter. Sementara itu, 23 tim ambil bagian dalam lomba tari Isosolo. Peserta kedua lomba tersebut berasal dari lima distrik di Kabupaten Jayapura, yakni Sentani, Sentani Barat, Sentani Timur, Waibu, dan Ebungfa.
Sekitar 40 stand meramaikan pasar UMKM. Peserta UMKM tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Jayapura, tetapi juga dari luar daerah.
Salah satu peserta lomba dayung, I. Yusak Wally (21 tahun), mengapresiasi pelaksanaan lomba dayung tersebut dan membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan itu.
Ia mengatakan timnya berlatih selama sepekan sebelum mengikuti lomba. Namun, kendala angin membuat perahu mereka melambat sehingga waktu tempuh menuju garis finis menjadi lebih lama.
“Lomba dayung luar biasa. Tadi sempat terkendala karena situasi angin, sehingga dayung melambat dan tim harus menyesuaikan,” kata Yusak Wally dari tim Kampung Babrongko.
[Red]









