InfoMatoa, (Kep Yapen) | Pemandangan berbeda terlihat di Puskesmas Serui Kota, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Fasilitas kesehatan ini biasanya kental dengan suasana medis formal. Namun, kini gedung tersebut tampak cantik dengan hiasan Natal unik dan estetik.
Para tenaga kesehatan (nakes) merayakan sukacita Natal 2025 dengan menggelar lomba dekorasi ruangan. Mereka memanfaatkan alat kesehatan (alkes) tidak terpakai pada Jumat (19/12). Berbekal kreativitas, para nakes menyulap limbah medis non-infeksius menjadi ornamen cantik. Upaya ini berhasil menciptakan pemandangan yang memanjakan mata pengunjung.
Kreativitas Limbah Medis Menjadi Ornamen Natal
Botol infus bekas yang telah bersih kini bertransformasi menjadi lampu hias. Selain itu, ornamen gantung tersebut menghiasi sepanjang selasar puskesmas. Perawat juga telaten merangkai spuit tanpa jarum menjadi replika bintang timur. Mereka juga membuat lilin Natal dari bahan serupa.
Masker medis kini beralih fungsi menjadi hiasan bunga salju. Hiasan tersebut mempercantik ranting pohon Natal di sudut ruangan. Bahkan, sarung tangan karet dan kotak obat bekas berubah menjadi miniatur palungan. Padahal, benda-benda unik tersebut biasanya berakhir begitu saja di tempat sampah.
Membangun Kekompakan dan Toleransi Lintas Agama
Di samping aspek kreativitas, kegiatan ini menjadi panggung indahnya toleransi di Tanah Papua. Proses pembuatan dekorasi melibatkan kolaborasi erat antara staf Nasrani dan Muslim. Semangat kebersamaan lintas agama ini membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang. Para nakes di Serui Kota tetap bersatu dalam melayani masyarakat.
Koordinator lomba, Patrisia Saklaresi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kekompakan tim. Selain itu, lomba tersebut menjadi sarana kampanye peduli lingkungan melalui daur ulang.
“Seluruh dekorasi unik ini kami pastikan tetap mengutamakan standar kebersihan yang ketat. Kami menjamin hiasan-hiasan ini tidak mengganggu fungsi pelayanan medis primer bagi pasien,” jelas Patrisia.
[Red]









