InfoMatoa, (Jayawijaya) | Warga di ufuk timur Indonesia sedang menulis narasi besar tentang kasih dan persaudaraan. Wilayah ini mencakup Provinsi Papua Tengah serta Papua Pegunungan. Menjelang akhir tahun 2025, Natal bukan sekadar perayaan ritual saja. Namun, momen ini menjadi pembuktian kuatnya ikatan toleransi antara OAP dengan warga Nusantara lainnya.
Papua kini telah berkembang menjadi enam provinsi. Meskipun begitu, wilayah ini tetap memegang teguh identitas sebagai Tanah Damai. Di dataran tinggi dengan suhu ekstrem, kehangatan justru lahir dari interaksi sosial yang harmonis. Suhu di sana bahkan bisa mencapai 5 derajat Celcius.
Kasih yang Melampaui Perbedaan
Tiga denominasi gereja pribumi mendominasi wilayah Pegunungan Tengah secara luas. Denominasi tersebut meliputi gereja GIDI, Baptis, dan juga Kingmi. Namun, warga menjalin kerukunan secara erat dengan 14 denominasi lainnya. Selain itu, mereka tetap hidup harmonis dengan umat Muslim sebagai minoritas.
Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, menegaskan bahwa OAP memiliki filosofi kasih yang sangat dalam.
“OAP memiliki kasih yang begitu besar dan toleransi yang begitu tinggi,” ujar John Tabo.
Hal senada mengemuka dari Bupati Jayawijaya, Atenius Murib. Beliau mengajak siapa pun untuk melihat praktik toleransi yang autentik di Tanah Papua. Selanjutnya, pintu rumah warga Nasrani terbuka lebar bagi siapa saja saat momen Natal. Keadaan ini juga lazim terlihat sebaliknya saat Hari Raya Idulfitri tiba.
Kemanunggalan TNI-Polri dan Pelayanan Masyarakat
Perayaan Natal 2025 yang bermula sejak awal Desember menjadi panggung sinergi aparat keamanan. TNI dan Polri terlibat aktif dalam merayakan Natal bersama warga binaan mereka. Mereka bertugas di wilayah perkotaan maupun di daerah perbatasan (3T).
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY, Letkol Inf Amar Supratman, menyatakan keterlibatan TNI merupakan bentuk nyata perhatian negara. Selain memberikan bantuan beras dan kopi, TNI mengintensifkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Lewat program CKG, kami berharap masyarakat Papua memiliki kesehatan yang prima. Ini adalah bagian dari kemanunggalan TNI bersama rakyat,” jelas Letkol Inf Amar Supratman.
Perdamaian sebagai Kunci Pembangunan
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menganggap perdamaian selama Natal sebagai fondasi utama pembangunan. Sebab, program strategis daerah sulit berjalan optimal tanpa kedamaian dan rasa saling memiliki. Oleh karena itu, kerukunan menjadi kunci penting kemajuan daerah.
Natal 2025 di Papua pun menjadi simbol kuat bahwa keberagaman bukanlah sebuah pemisah. Sebaliknya, kekayaan budaya dan agama justru memperkokoh persatuan nasional. Di tengah dinginnya kabut pegunungan, cahaya lilin Natal mengirimkan pesan hangat ke seluruh negeri. Toleransi merupakan detak jantung kehidupan di Tanah Papua. [Red]









