InfoMatoa, (Maybrat) | Pemerintah Kabupaten Maybrat menyalurkan bantuan modal usaha melalui Dinas Ketahanan Pangan. Mereka menyasar 60 pelaku usaha pangan lokal di daerah tersebut. Total bantuan tersebut mencapai nilai Rp300 juta. Selain itu, setiap pengusaha menerima dana sekitar Rp5 juta untuk memperkuat stok pangan lokal.
Dukungan Modal dan Kemandirian Ekonomi
Bupati Maybrat, Karel Murafer, menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada warga. Selanjutnya, Bank Papua mengirimkan dana langsung ke rekening masing-masing penerima. Pemerintah melakukan langkah ini untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Maybrat secara serentak.
Bupati Murafer meminta warga menggunakan bantuan modal tersebut dengan bijak. Tujuannya agar mereka lebih produktif dan tidak bergantung sepenuhnya pada dukungan pemerintah. Beliau berharap sektor ekonomi mikro di Maybrat dapat tumbuh lebih cepat melalui stimulus dana ini.
Peningkatan Kapasitas Usaha Lokal
Sementara itu, Korneles Naa menyebut program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan ini menegaskan bahwa jumlah bantuan meningkat daripada tahun sebelumnya. Bahkan, pemerintah berencana memperluas jangkauan penerima pada periode mendatang.
Penerima bantuan mencakup berbagai kategori pelaku usaha pangan. Kelompok ini terdiri dari pedagang kios sederhana hingga pengolah bahan pangan mentah. Selain itu, pemerintah mengharapkan bantuan ini menambah semangat kerja masyarakat. Dengan demikian, kapasitas usaha di seluruh distrik Maybrat akan semakin kuat dan mandiri. [Red]









