InfoMatoa, (Jayapura) | Satgas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) 2025 mempertegas komitmen menjaga stabilitas keamanan Papua. Aparat gabungan TNI-Polri menjamin tidak ada ruang bagi kelompok pengganggu keamanan. Kelompok tersebut sering melakukan teror terhadap masyarakat sipil di berbagai wilayah. Penegasan ini muncul menjelang momen pergantian tahun yang krusial.
Penegakan Hukum Terukur dan Perlindungan HAM
Kasatgas Humas ODC 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan keterangan pers di Jayapura, Selasa (23/12). Beliau menekankan bahwa penegakan hukum menjunjung tinggi prinsip Hak Asasi Manusia (HAM). Operasi Damai Cartenz menerapkan strategi tegas namun tetap terukur. Prioritas utama adalah melumpuhkan kombatan aktif Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Langkah ini bertujuan meminimalisir dampak terhadap masyarakat umum di lokasi operasi.
Kombes Yusuf menjelaskan bahwa target operasi bersifat sangat spesifik. Mereka menyasar pelaku kriminal bersenjata dan perusak fasilitas umum. Selain itu, aparat menindak tegas pihak yang mengintimidasi warga secara luas. Penegakan hukum berjalan profesional guna menjamin aktivitas ekonomi serta pendidikan warga. Saat ini, personel melakukan penindakan di beberapa wilayah strategis. Hal ini berguna mengantisipasi pergerakan kelompok pengganggu keamanan tersebut.
Pendekatan Humanis dan Kesiagaan Libur Akhir Tahun
Operasi Damai Cartenz 2025 juga mengedepankan strategi pendekatan humanis atau soft approach. Kehadiran aparat di pos pedalaman berfungsi sebagai penegak hukum sekaligus keluarga warga. Anggota di lapangan aktif membantu pelayanan kesehatan dan mengajar anak-anak. Selain itu, mereka membantu warga mengelola perkebunan secara intensif. Operasi ini hadir dengan pendekatan hati yang tulus bagi masyarakat Papua.
Upaya memisahkan masyarakat sipil dari propaganda KKB merupakan kunci keberhasilan operasi. Ruang gerak kelompok bersenjata menyempit ketika masyarakat merasa aman bersama aparat. Saat ini, seluruh personel Satgas ODC berada dalam kondisi siaga penuh. Mereka menjamin ibadah Natal dan perayaan pergantian tahun berlangsung damai. Pengamanan ketat bertujuan memberikan rasa tenang bagi seluruh jemaat.
Kombes Yusuf mengajak seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan serta doa. Papua harus tetap menjadi rumah bersama yang damai bagi semua orang. Beliau juga mengimbau warga agar tidak terpengaruh provokasi pemecah belah. Hal ini demi mewujudkan Papua yang maju, mandiri, dan sejahtera bagi generasi mendatang. [Red]









