InfoMatoa, (Jayawijaya) | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyatakan komitmen penuh dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah. Wakil Gubernur Ones Pahabol menegaskan bahwa implementasi visi presiden melalui delapan poin Astacita akan berjalan secara optimal. Pihaknya berupaya memastikan seluruh kebijakan nasional tersebut menyentuh masyarakat di delapan kabupaten.
Dalam keterangannya di Wamena pada Sabtu (27/12), Ones Pahabol memberikan penegasan penting. Menurutnya, Astacita bukan sekadar dokumen visi-misi melainkan sebuah kompas pembangunan. Oleh karena itu, setiap kepala daerah harus menerjemahkan visi tersebut secara nyata dalam kebijakan mereka. Hal ini berlaku mutlak bagi seluruh jajaran pemerintahan di Papua Pegunungan.
Transformasi Pembangunan Berbasis Kerakyatan
Astacita Presiden Prabowo mencakup aspek komprehensif yang sangat relevan dengan kebutuhan daerah. Poin-poin strategis tersebut meliputi:
- Kemandirian dan Swasembada: Mendorong kedaulatan pangan, energi, air, serta pengembangan ekonomi kreatif dan hijau.
- Penguatan SDM dan Inklusivitas: Fokus pada kualitas pendidikan, kesehatan, serta peran perempuan, pemuda, dan disabilitas.
- Pemerataan Ekonomi: Membangun dari desa dan dari bawah untuk mengentaskan kemiskinan serta memastikan keberlanjutan infrastruktur.
- Reformasi dan Hukum: Penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, HAM, serta pemberantasan korupsi dan narkoba.
“Untuk mewujudkan seluruh poin Astacita tersebut, tentu kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak perlu terlibat aktif, terutama pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga,” ujar Ones Pahabol.
Fokus Lokal: SDM Unggul dan Optimalisasi Lahan
Bagi Provinsi Papua Pegunungan, Pemprov menitikberatkan kebijakan pada sektor-sektor mendasar. Langkah ini bertujuan agar program menyentuh langsung kehidupan masyarakat secara luas. Selain itu, pemerintah berambisi menyiapkan generasi muda OAP yang cerdas dan kompetitif melalui penguatan akses pendidikan.
Lebih lanjut, pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) secara berkelanjutan menjadi kunci kemandirian ekonomi daerah. Ones Pahabol mengimbau masyarakat agar menggunakan lahan luas di wilayah pegunungan dengan bijak. Hal ini penting demi meningkatkan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan air tawar.
“Masyarakat harus memanfaatkan lahan yang luas untuk pertanian, perkebunan, dan perikanan agar mampu meningkatkan pendapatan ekonomi. Pemerintah melalui dinas teknis akan memberikan dukungan maksimal,” tambahnya.
Pemprov berharap kebijakan ini mampu menghapus ketimpangan ekonomi di daerah. Dengan demikian, wilayah ini dapat menjadi motor pertumbuhan baru di Indonesia Timur. Semangat tersebut sejalan dengan visi besar untuk membangun Indonesia mulai dari pinggiran. [Red]









