InfoMatoa, (Fakfak) | Tim PALANG Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) meraih Juara Pertama Overall pada ajang KMIPN VII 2025. Keberhasilan ini membuktikan kapasitas sumber daya manusia Fakfak di bidang teknologi informasi. Prestasi tersebut mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Selain itu, hal ini menumbuhkan optimisme civitas akademika Polinef dalam membangun Kabupaten Fakfak.
Dosen Politeknik Negeri Fakfak Ardhyansyah Mualo menyampaikan optimisme tersebut. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Fakfak agar segera mengembangkan konsep Fakfak Smart City. Hal ini mencakup dukungan teknologi digital pada seluruh pelayanan publik.
“Harapannya kami dari teman-teman dosen dan Informatika khususnya, ke depan Pemerintah Kabupaten Fakfak bisa mengembangkan Fakfak Smart City. Jadi di setiap lini dari Fakfak ini didukung sama teknologi digital. Kami dari Manajemen Informatika siap mendukung dan membantu program tersebut jika diminta,” ujar Ardhyansyah.
Jurusan Manajemen Informatika Polinef siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Fakfak. Pihaknya mengajak Bupati serta jajaran untuk mewujudkan transformasi digital pelayanan publik. Polinef merencanakan pengembangan aplikasi layanan publik sebagai langkah awal. Fokus utamanya menyasar sektor kesehatan.
“Kami rencananya dengan anak-anak yang luar biasa ini akan mengembangkan beberapa aplikasi. Kami melihat masih ada tempat yang belum menggunakan teknologi, misalnya di beberapa Puskesmas. Proses pendaftaran masih lama karena pencatatan manual,” jelasnya.
Jurusan Manajemen Informatika berencana menghadirkan aplikasi Puskesmas sebagai wujud pengabdian. Polinef akan menyerahkan aplikasi tersebut secara gratis kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak. Pihak kampus akan mengembangkan aplikasi tersebut secara berkelanjutan. Langkah ini mengikuti kebutuhan dan masukan dari pengguna lapangan.
“Kita rencananya mau kasihkan gratis. Gratis sebagai bentuk pengabdian kami dari Politeknik Negeri Fakfak, khususnya Manajemen Informatika, kepada Kabupaten Fakfak. Kami ingin membantu pemerintah agar pemanfaatan teknologi bisa maksimal, tidak lagi pencatatan menggunakan kertas,” tambahnya.
Menurut Ardhyansyah, kesiapan infrastruktur di Kabupaten Fakfak saat ini menjadi peluang besar. Kondisi tersebut mendorong percepatan transformasi digital. Akses komputer dan internet saat ini sudah menjangkau wilayah pelosok. Ardhyansyah menganggap hal tersebut cukup untuk mendukung layanan berbasis teknologi.
“Ke depan mungkin ada aplikasi-aplikasi lain yang akan kami buat untuk kabupaten ini. Kita mulai dari aplikasi Puskesmas, dan mereka juga siap mendukung serta menjadi tim pengembangan ke depannya,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara Politeknik Negeri Fakfak dan Pemerintah Kabupaten Fakfak terjalin berkelanjutan. Inovasi mahasiswa dan dosen tidak hanya berhenti pada prestasi nasional. Selanjutnya, karya tersebut harus berdampak bagi pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Fakfak. [Red]









