InfoMatoa, (Sarmi) | Tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian terhadap seorang warga di Muara Taronta, Kabupaten Sarmi. Pencarian kini memasuki hari kedua pada Sabtu (03/01). Petugas gabungan memperluas area penyisiran di sepanjang pesisir pantai. Selain itu, mereka juga menyisir wilayah tersebut hingga ke arah laut lepas.
Insiden memilukan tersebut bermula saat korban sedang melakukan aktivitas di sekitar kawasan muara. Tiba-tiba, arus sungai yang meluap menyeret tubuh korban dengan sangat kuat. Korban pun akhirnya terbawa arus hingga mengarah jauh ke tengah laut.
Koordinator Pos SAR Sarmi menyatakan operasi ini melibatkan personel Basarnas, Satpolairud Polres Sarmi, dan TNI Angkatan Laut. Masyarakat setempat serta pihak keluarga korban juga ikut membantu proses pencarian ini secara langsung.
“Pencarian hari kedua dimulai sejak pagi hari dengan membagi tim menjadi beberapa sektor. Kami menggunakan rubber boat untuk menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian hingga radius beberapa mil ke arah barat dan timur muara,” jelas pihak SAR.
Kondisi cuaca di wilayah perairan Sarmi saat ini memang sangat fluktuatif. Selain itu, arus muara yang cukup kuat menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Namun, petugas tetap berupaya maksimal melakukan penyisiran secara visual. Mereka memeriksa setiap jengkal area di sepanjang garis pantai Taronta.
Berdasarkan informasi dari lapangan, warga melaporkan hilangnya korban pada hari Jumat kemarin. Kejadian bermula saat korban mencoba menyeberang atau sekadar beraktivitas di area muara. Arus muara yang sedang kencang diduga kuat menjadi penyebab utama korban kehilangan keseimbangan. Akibatnya, korban terseret arus hingga hilang dari pandangan warga di lokasi tersebut.
Pihak keluarga segera melapor ke pihak berwajib sesaat setelah menyadari kejadian tersebut. Laporan ini kemudian langsung memicu pembukaan operasi SAR secara resmi oleh pihak berwenang. Otoritas keamanan di Sarmi kini mengeluarkan imbauan keselamatan bagi seluruh masyarakat. Hal ini terutama berlaku bagi para nelayan dan warga yang tinggal di pesisir. Mereka harus lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem di awal tahun ini.
“Kami meminta warga untuk sementara waktu menghindari aktivitas yang berisiko tinggi di sekitar muara, terutama saat debit air sungai meningkat atau gelombang laut sedang tinggi,” tambah pihak Satpolairud Polres Sarmi.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus menyisir lokasi kejadian tersebut. Pihak keluarga sangat berharap agar tim dapat segera menemukan keberadaan korban dalam kondisi apa pun. [Red]









