InfoMatoa, (Jayapura) | Pj Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri memimpin upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80. Kegiatan Kementerian Agama tingkat Provinsi Papua ini berlangsung di Jayapura pada Sabtu (03/01). Saat memberikan sambutan, Gubernur Fakhiri menyoroti tantangan besar di era digital. Beliau menyinggung perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan atau AI. Kini, teknologi tersebut mulai merambah berbagai sendi kehidupan masyarakat. Hal ini mencakup pula konteks kehidupan beragama di tanah Papua.
Fakhiri menegaskan bahwa kemajuan teknologi merupakan sebuah keniscayaan. Namun, masyarakat harus menyikapi perkembangan ini dengan bijak. Tujuannya agar teknologi tidak menggerus nilai kemanusiaan dan persatuan. Ia mengingatkan bahwa AI memiliki potensi dua sisi, yakni membangun atau merusak.
“Di usia ke-80 Kementerian Agama ini, kita dihadapkan pada tantangan modernitas. Saya berpesan agar teknologi AI dijadikan alat pemersatu umat, bukan justru menjadi alat untuk menyebarkan hoaks, konten provokatif, atau memecah belah kerukunan yang sudah terjaga di Papua,” tegas Fakhiri.
Beliau juga menambahkan perihal transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama. Inovasi ini harus mampu mempermudah akses layanan keagamaan. Selain itu, transformasi tersebut wajib memperkuat narasi damai di ruang siber. Peringatan HAB ke-80 ini mengusung semangat memperkokoh moderasi beragama. Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tokoh lintas agama. Selama ini, mereka berhasil menjadikan Papua sebagai laboratorium kerukunan umat beragama. Prestasi ini menjadi contoh nyata toleransi bagi seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Gubernur, peran Kementerian Agama sangat krusial dalam menjaga stabilitas sosial. Hal ini penting terutama saat menghadapi dinamika politik di tahun baru ini.
“Keluarga besar Kementerian Agama harus menjadi garda terdepan dalam menebarkan nilai-nilai moderasi. Jangan biarkan perbedaan menjadi celah untuk disintegrasi,” tambahnya.
Dalam rangkaian upacara, Pj Gubernur Fakhiri menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya. Beliau memberikan penghargaan tersebut kepada sejumlah ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Papua. Penerima penghargaan telah menunjukkan dedikasi serta loyalitas tinggi dalam masa pengabdian. Peserta mengakhiri kegiatan ini dengan doa bersama lintas agama. Mereka memohon perlindungan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Papua. Harapannya, warga tetap rukun dan bersatu menghadapi zaman yang semakin kompleks. [Red]









