MRP Papua Tengah Desak Aparat Tegakkan Hukum atas Konflik Kwamki Narama

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Mimika) | Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah mendesak aparat TNI-Polri di Kabupaten Mimika. Mereka meminta aparat menegakkan hukum positif secara tegas terhadap pelaku konflik di Distrik Kwamki Narama. Langkah ini sangat krusial untuk memulihkan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Kriminal Murni dan Penegakan Hukum Tegas

Ketua MRP Papua Tengah Agus Anggaibak menegaskan bahwa konflik tersebut bukan perang suku. Hal ini merupakan tindak kriminal murni yang berawal dari kasus perselingkuhan. Peristiwa tragis ini bahkan telah menewaskan 11 orang warga setempat. Oleh karena itu, penegakan hukum tanpa pandang bulu menjadi solusi utama.

Pemerintah harus segera menghentikan konflik antara kubu Dang dan Newegalen secara tuntas. Agus meminta Kapolres Mimika bersama unsur TNI segera menangkap para pelaku utama. Selain itu, aparat wajib membubarkan kelompok yang masih membawa senjata tradisional. Petugas juga perlu mencegah konsolidasi massa di lokasi konflik agar situasi tidak memburuk.

Baca Juga :  Bapperida Papua Tengah Gelar Rakor Penyusunan RAP Dana Otsus 2026

Keterlibatan Pemerintah dan Koordinasi Keamanan

Agus menilai Pemerintah Kabupaten Mimika harus terlibat aktif dalam menangani konflik ini. Meskipun pelaku berasal dari Kabupaten Puncak, peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Mimika. Oleh sebab itu, Pemkab Mimika memiliki tanggung jawab besar untuk mendamaikan warga.

Selanjutnya, MRP Papua Tengah meminta dukungan dari Kapolda Papua Tengah dan Danrem 173/Praja Vira Braja. MRP berharap pimpinan wilayah ini mendorong jajaran TNI-Polri di Mimika agar bertindak lebih berani. Aparat harus tetap bertindak secara tegas dan terukur dalam menangani konflik sosial tersebut.

Baca Juga :  Satgas Damai Cartenz Lumpuhkan Komandan “Semut Merah” di Yahukimo

Pengerahan Personel dan Razia Senjata Tajam

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman telah mengerahkan sekitar 400 personel gabungan. Pasukan TNI-Polri kini bersiaga di Kwamki Narama untuk mengamankan situasi lapangan. Petugas melakukan razia senjata tajam secara intensif guna menjamin keselamatan publik.

Selain melakukan razia, aparat juga membongkar tenda-tenda yang massa gunakan sebagai tempat berkumpul. Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya potensi bentrokan lanjutan antar-kelompok. Pemerintah berharap kehadiran personel keamanan mampu memberikan rasa tenang bagi seluruh masyarakat di Distrik Kwamki Narama. [Red]

BERITA LAINNYA

BMKG Catat Angin Kencang Landa Mimika, Biak Waspadai Gelombang Tinggi
Bupati Mimika Tepati Janji, Bus Sekolah Layani Siswa SD Negeri 11 Tuapa
Polsek Miru Amankan Pelaku Pembacokan di Jalan Serui Mekar, Korban Masih Dirawat di RSMM
Pemprov Papua Tengah Salurkan Lampu Tenaga Surya untuk Warga Intan Jaya
Pemprov Papua Tengah Pastikan 801 Guru Lulus PPG, Pendidikan Jadi Prioritas Daerah
Pembangunan Pusat Pemerintahan Kaladiri Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Bupati Mimika Ajak Warga Jadikan Tahun Baru 2026 Momentum Perkuat Persaudaraan
KKB Jadi Ancaman Utama Kamtibmas Papua Tengah 2026, Polda Siapkan Operasi Terpadu
Berita ini 2 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:03 WIT

BMKG Catat Angin Kencang Landa Mimika, Biak Waspadai Gelombang Tinggi

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:35 WIT

Bupati Mimika Tepati Janji, Bus Sekolah Layani Siswa SD Negeri 11 Tuapa

Senin, 12 Januari 2026 - 07:57 WIT

Polsek Miru Amankan Pelaku Pembacokan di Jalan Serui Mekar, Korban Masih Dirawat di RSMM

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:14 WIT

Pemprov Papua Tengah Salurkan Lampu Tenaga Surya untuk Warga Intan Jaya

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:14 WIT

Pemprov Papua Tengah Pastikan 801 Guru Lulus PPG, Pendidikan Jadi Prioritas Daerah

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!