InfoMatoa, (Mimika) | Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru 2026 sebagai titik tolak. Ia ingin semua pihak memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman. Selain itu, Bupati menyampaikan ajakan ini guna menjaga suasana damai. Hal tersebut sangat penting demi mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Bupati Rettob menegaskan bahwa kebersamaan merupakan fondasi utama stabilitas keamanan. Selain itu, persaudaraan yang kuat mampu mencegah potensi konflik sosial. Ia juga mengingatkan warga agar tidak menjadikan perbedaan sebagai pemicu perpecahan.
“Kita kuat karena kita bersatu. Jangan biarkan kebencian dan perbedaan memecah-belah persaudaraan kita,” ujar Johannes Rettob.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus bersinergi demi mencapai keberhasilan pembangunan Mimika. Sinergi ini melibatkan petani, nelayan, buruh, ASN, hingga personel TNI-Polri. Setiap warga memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam menjaga kedamaian. Mereka harus bersatu tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun profesi.
Ia juga menekankan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pembangunan kampung ke kota. Hal ini bertujuan agar masyarakat pelosok turut merasakan manfaat pembangunan secara nyata.
“Pembangunan harus dirasakan secara adil, baik di pesisir, pegunungan, pinggiran kota, hingga pusat Kota Timika,” katanya.
Bupati Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong menegaskan amanah kepemimpinan mereka. Pihaknya menjalankan tugas tersebut semata-mata untuk melayani seluruh rakyat Mimika. Selain itu, pemerintahan mereka memprioritaskan pelayanan berkeadilan di berbagai sektor. Fokus utamanya mencakup bidang ekonomi, sosial, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Pihaknya tidak mengukur keberhasilan pembangunan hanya dari kemegahan infrastruktur saja. Namun, peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah pedalaman menjadi tolok ukur sebenarnya.
“Keberhasilan pembangunan terlihat ketika anak-anak di pedalaman mendapatkan pendidikan yang layak, mama-mama di pasar merasakan hasil jualannya, dan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas,” jelasnya.
Kabupaten Mimika meraih penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama pada tahun 2025. Mimika menjadi daerah paling harmonis dari 514 kabupaten dan kota se-Indonesia. Capaian ini membuktikan keberhasilan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta toleransi.
Bupati Rettob berharap seluruh elemen masyarakat terus mempertahankan predikat tersebut melalui komitmen bersama. Sebagai wujud syukur, pemerintah menggelar acara doa bersama lintas agama. Mereka juga menyalakan 1.000 lilin di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika. Aksi ini menjadi simbol solidaritas atas musibah bencana alam di sejumlah daerah. [Red]









