InfoMatoa, (Kep Yapen) | Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen bergerak cepat memetakan potensi ekonomi daerah. Mereka menggelar diskusi strategis bersama Billy Mambrasar pada Senin (5/1) malam. Billy menjabat sebagai Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua. Pertemuan di Kota Serui ini membahas peluang investasi kakao dan kopi.
Diskusi tersebut bertujuan mengembalikan kejayaan sektor pertanian di Yapen. Langkah ini agar produk lokal mampu menembus pasar internasional. Selain itu, program ini mendukung Program Strategis Nasional (PSN) bidang ketahanan pangan.
Revitalisasi Sejarah Kakao di Kepulauan Yapen
Billy Mambrasar mengungkapkan sejarah panjang Yapen sebagai produsen kakao. Namun, pemerintah daerah harus menghidupkan kembali potensi besar tersebut. Syarat utamanya adalah komitmen kuat serta penyediaan data lahan yang akurat. Hal ini penting guna menarik minat para investor global.
Beliau mencontohkan keberhasilan kakao Ransiki di Manokwari Selatan. Saat ini, pasar Swiss dan Belanda telah menyerap produk unggulan tersebut. Selain itu, kakao Genyem juga berhasil menembus pasar Jepang.
“Yapen bukan pemain baru. Wilayah ini sudah memproduksi kakao sejak zaman dulu. Investor di Jepang saat ini sudah siap memfasilitasi ekspor, kuncinya tinggal kesiapan Pemda untuk mengawal dan menyiapkan data lahan serta produksinya,” tegas Billy Mambrasar.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Kesejahteraan Petani
Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menyambut antusias peluang investasi tersebut. Menurutnya, revitalisasi kebun kakao akan menyejahterakan para petani lokal. Pasalnya, selama ini petani kurang mendapatkan kepastian perhatian dari pasar.
“Ini ide yang sangat brilian. Jika investor masuk, ini akan meningkatkan pendapatan petani. Dalam waktu dekat, kami akan mengundang seluruh petani kakao untuk mendengar aspirasi mereka. Kalau masyarakat antusias, kita langsung gas,” ujar Roi Palunga.
Beliau menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui komoditas bernilai tinggi.
Pemetaan Wilayah Sentra Kakao Terbaik
Plt. Kepala Bappeda Kepulauan Yapen, Saskar Paiderow, segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Pihaknya akan melakukan pendataan ulang lahan secara menyeluruh. Fokus utama tim adalah wilayah Angkaisera dan juga Kosiwo. Secara historis, kedua daerah tersebut merupakan penghasil kakao terbaik di Yapen.
“Tahun 2000-an, Yapen adalah penghasil kakao terbaik. Petani sempat meninggalkan sektor ini karena ketidakpastian pasar. Dengan terbukanya akses ekspor, kami yakin petani akan bangkit kembali,” jelas Saskar.
Selain pertanian, Pemkab Yapen tetap fokus pada sektor perikanan dan pariwisata. Mereka mengoptimalkan kolaborasi dengan tokoh nasional seperti Billy Mambrasar. Selanjutnya, dukungan Program Strategis Nasional akan memperkuat rencana ini. Kepulauan Yapen optimis mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. [Red]









