InfoMatoa, (Jayapura) | Polda Papua menunjukkan komitmen nyata mendukung program Swasembada Pangan Nasional. Mereka melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026. Wakapolda Papua Brigjen Pol. Faizal Ramadhani memimpin langsung kegiatan tersebut. Lokasi acara berada di lahan pertanian Jalan Poros Koya Barat. Kegiatan penting ini berlangsung pada Kamis (08/01).
Selanjutnya, Kapolri memantau langsung gerakan serentak nasional ini secara virtual. Jajaran Forkopimda Papua turut menghadiri kegiatan di Distrik Muara Tami. Hadir pula Ketua MRP Nerlince Wamuar dan perwakilan Pangdam XVII/Cenderawasih. Kehadiran para pejabat ini memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga ketahanan pangan.
Perluasan Lahan Pertanian dan Capaian Produksi
Wakapolda mengungkapkan data pembukaan lahan di wilayah hukum Polda Papua. Saat ini, tujuh Polres telah lolos verifikasi pembukaan lahan. Total luas lahan pertanian tersebut mencapai 379,95 hektare. Selain itu, petugas telah menanami lahan seluas 96,08 hektare hingga awal 2026.
“Hasil panen jagung sepanjang tahun 2025 telah mencapai 87,5 ton. Dari jumlah itu, Bulog menyerap 18,898 ton jagung pipilan kering,” jelas Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.
Jagung tersebut memenuhi standar kadar air sebesar 14 persen. Wakapolda menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Sebaliknya, panen raya menjadi momentum percepatan produksi pangan lokal. Langkah ini sekaligus meningkatkan semangat para petani dan pemangku kepentingan.
Mewujudkan Papua sebagai Lumbung Pangan Mandiri
“Panen raya ini mendukung Asta Cita Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan. Kami berharap semua pihak memperkuat sinergi agar Papua mandiri pangan,” pungkasnya.
Polri, pemerintah daerah, dan petani harus terus berkolaborasi dengan erat. Hal ini bertujuan agar Papua menjadi lumbung pangan yang berpengaruh. Panitia menutup acara dengan membagikan paket sembako kepada kelompok tani. Pemberian ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para petani.
Para petani telah mengelola lahan produktif di perbatasan RI-PNG dengan baik. Dedikasi mereka menjadi kunci keberhasilan program swasembada di tingkat daerah. Oleh karena itu, pemerintah akan terus memberikan dukungan teknis bagi mereka. Langkah ini guna menjamin keberlanjutan produksi jagung di masa depan. [Red]









