InfoMatoa, (Merauke) | Masyarakat mencabut pemalangan salib di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kampung Wanam. Kegiatan di Distrik Ilwayab, Merauke ini berjalan aman pada Kamis (8/1). Ketua LMA Kampung Wanam, Yhohanes Agabe Mahuze, memimpin langsung prosesi tersebut. Langkah ini menjadi wujud nyata dukungan warga terhadap kelanjutan pembangunan PSN.
Warga melaksanakan prosesi adat di Kampung Wanam dan Kampung Wogikel. Sebanyak 60 warga bersama pejabat pemerintah daerah menghadiri acara tersebut. Selain itu, aparat keamanan dan perwakilan perusahaan pelaksana proyek turut hadir di lokasi. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi kuat antara masyarakat dan pemerintah setempat.
Daftar Pejabat dan Pihak Terkait
Sejumlah pejabat hadir seperti Kepala PBWS Provinsi Merauke, Nonce Saman. Selanjutnya, hadir pula Kepala Distrik Wanam Cristin Angelin Rumlus dan Kepala Kampung Cosmas Dawi Kaise. Danramil 1707-04/Kimam Kapten Inf Abdulah Latupono juga tampak mengawal kegiatan.
Selain aparat TNI, Kapospol Ilwayab Iptu Mangusdi turut hadir memantau situasi. Pihak swasta juga mengirimkan perwakilan melalui Koordinator Proyek PT Jhonlin, Willy. Seluruh tamu undangan menyaksikan rangkaian adat dengan penuh rasa kekeluargaan dan kedamaian.
Prosesi Bakar Batu dan Pencabutan Salib
Panitia mengawali rangkaian kegiatan dengan menyiapkan bahan makanan bakar batu. Sekitar pukul 17.30 WIT, warga memasukkan daging babi dan ubi ke pembakaran. Setelah matang, mereka membongkar dan membagikan makanan kepada tamu serta warga. Kegiatan ini mempererat kebersamaan antara pelaksana proyek dan pemilik ulayat.
Masyarakat mengubur sebagian makanan di tiga titik berbeda sebagai syarat prosesi adat. Selanjutnya, Ketua LMA mencabut salib secara simbolis di tiga lokasi utama. Sebelumnya, salib tersebut menutup akses sebagai bentuk pemalangan lahan. Kini, wilayah tersebut telah terbuka kembali untuk mendukung percepatan pembangunan nasional. [Red]









