InfoMatoa, (Waropen) | Peristiwa kecelakaan laut hampir merenggut nyawa sembilan penumpang speed boat di perairan Saireri, tepatnya di pesisir Kampung Raiwuto, Kabupaten Waropen, Selasa (13/1). Berkat gerak cepat dan kesigapan Satpolairud Polres Waropen, tim mengevakuasi seluruh korban dalam keadaan selamat meskipun mereka sempat terombang-ambing di lautan.
Kronologi Kecelakaan di Tengah Cuaca Ekstrem
Peristiwa menegangkan ini berlangsung sekitar pukul 08.15 WIT saat kapal yang mengangkut sembilan penumpang tersebut sedang menempuh perjalanan dari Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen. Namun, cuaca buruk mendadak melanda saat kapal melintasi area Tanjung 14. Angin kencang dan gelombang tinggi menghantam badan kapal hingga membuat speed boat tersebut terbalik di tengah laut.
Warga yang melintas menggunakan speed boat lain memberikan informasi awal mengenai kejadian ini. Saksi mata yang melihat kapal terbalik langsung memberikan pertolongan awal dengan membawa korban ke pinggir pantai sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada aparat berwenang. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menyampaikan kronologi tersebut kepada media.
Menerima laporan darurat, Kasat Polairud Polres Waropen AKP Elton Jack Rumbiak memimpin langsung tim evakuasi menuju lokasi kejadian. Personel kepolisian bekerja keras memastikan tidak ada korban yang terseret arus lebih jauh dan melakukan proses evakuasi secepat mungkin. Berkat respons cepat dan koordinasi yang baik, tim menyelamatkan sembilan orang penumpang dan menyatakan mereka dalam keadaan selamat.
Daftar korban selamat:
- Oto Eldrin Jitmau
- Nufendi Tuan
- Anita Erari
- Aplena Gamai
- Esau Yakup Jitmau
- Abraham Jitmau
- Petrus Pandori
- Daniel Perkowe
- Hanok Sikowai
Dampak Kerugian Materiil dan Himbauan Kepolisian
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, para korban mengalami kerugian materiil cukup besar yang mencapai angka Rp128 juta. Kerugian tersebut mencakup tenggelamnya satu unit speed boat dan dua mesin tempel, serta sejumlah barang milik penumpang seperti sepeda motor, tas berisi laptop, dan uang tunai. Hingga saat ini, keterbatasan alat serta kondisi cuaca di lapangan masih menghambat proses evakuasi bangkai kapal dan mesin tempel tersebut.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir Papua agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Aparat menghimbau warga agar tidak memaksakan diri berlayar jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Selain itu, warga wajib menggunakan alat keselamatan seperti life jacket demi keselamatan bersama.
Masyarakat Waropen memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan evakuasi ini. Kehadiran polisi yang cepat dan sigap di tengah laut memberikan rasa aman serta kepercayaan kepada masyarakat yang sangat mengandalkan transportasi air sebagai jalur utama mobilitas mereka. [Red]









