InfoMatoa, (Merauke) | Komite Pemuda Papua Selatan (KPPS) resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) ke-1 periode 2025–2030. Acara ini berlangsung pada Selasa (14/1) di Bell Hotel, Merauke. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal konsolidasi pemuda di wilayah tersebut. Mereka berkomitmen mendukung percepatan pembangunan Provinsi Papua Selatan sebagai daerah otonomi baru.
Kolaborasi Strategis dan Partisipasi Lintas Sektor
Raker perdana ini mengusung tema “Kolaborasi Strategis Pemuda untuk Kecepatan Pembangunan Daerah”. Sekitar 40 peserta hadir mewakili berbagai unsur penting di daerah ini. Mereka berasal dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga Majelis Rakyat Papua Selatan. Selain itu, para tokoh agama dan pengurus KPPS turut memadati ruangan acara.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Papua Selatan, Sunarjo, S.Sos, memimpin langsung pembukaan kegiatan. Beliau hadir mewakili Penjabat Gubernur Papua Selatan dalam forum penting tersebut. Peserta mengawali acara dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara khidmat. Selanjutnya, Pastor Pius Mano memimpin doa bersama demi kelancaran seluruh rangkaian raker.
Ketua KPPS Eligiuz Mahuze, S.Sos menyampaikan laporan panitia pada kesempatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa Raker ini bertujuan merumuskan program kerja organisasi. Seluruh program tersebut harus selaras dengan visi pembangunan Provinsi Papua Selatan ke depan.
Visi Inovatif dan Penguatan Fondasi Organisasi
Sekretaris KPPS Marianus K. Komanik juga memberikan penegasan serupa mengenai urgensi forum ini. Beliau menyebut rapat kerja merupakan wadah untuk menyusun konsep yang terarah. Melalui peran strategis ini, pemuda berharap dapat berkontribusi aktif bagi pembangunan daerah.
“Raker ini menjadi ruang untuk merumuskan program-program strategis KPPS yang mendukung pembangunan Papua Selatan. Kami juga memohon kesediaan Asisten II untuk membuka kegiatan ini secara resmi,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Sunarjo menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam perencanaan wilayah. Beliau mencontohkan kesuksesan Singapura yang mampu maju karena memberi ruang bagi ide inovatif. Hal ini menjadi motivasi besar bagi para peserta raker yang hadir.
“Pemuda harus mengenali potensi dan jati diri terlebih dahulu. Tanpa itu, perjuangan akan kehilangan arah,” kata Sunarjo.
Beliau juga mengapresiasi dukungan hibah dari Badan Kesbangpol Provinsi Papua Selatan. Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap penguatan organisasi kepemudaan. Forum ini menjadi momentum krusial untuk meletakkan fondasi gerakan pemuda di Papua Selatan.
Raker ini memiliki beberapa tujuan utama yang sangat spesifik dan terukur. Fokusnya meliputi sinkronisasi program kerja serta penguatan struktur organisasi internal. Selain itu, mereka mengidentifikasi isu strategis pemuda lokal untuk menetapkan rekomendasi organisasi. [Red]









