InfoMatoa, (Jakarta) | Dua bencana alam beruntun melanda Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7). Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,8 mengguncang wilayah tersebut pada pagi hari, disusul dengan aktivitas vulkanik dari Gunung Klyuchevskoy—gunung tertinggi dan paling aktif di Eurasia.
Menurut laporan Badan Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa terletak sekitar 136 kilometer timur dari kota Petropavlovsk-Kamchatsky dengan kedalaman 19 kilometer. Awalnya, kekuatan gempa tercatat magnitudo 8,0 namun kemudian direvisi menjadi 8,7 dan akhirnya dikonfirmasi sebesar 8,8. Guncangan ini disebut sebagai yang terbesar di dunia sejak gempa Tohoku Jepang pada 2011, serta yang terkuat di Kamchatka sejak 1952.
Dikutip dari Reuters, gempa tersebut memicu peringatan tsunami di berbagai wilayah di sekitar Samudra Pasifik, termasuk Jepang, Korea Selatan, Hawaii, dan Indonesia. Di wilayah Severo-Kurilsk, Rusia, dilaporkan gelombang tsunami mencapai hingga lima meter dan menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan pesisir.
Beberapa jam setelah gempa terjadi, Gunung Klyuchevskoy mulai menunjukkan peningkatan aktivitas. Mengutip laporan kantor berita Rusia RIA, gunung berapi ini meletus dan menyemburkan abu vulkanik ke atmosfer, memaksa pemerintah setempat mengevakuasi warga dan menutup sejumlah sekolah serta fasilitas umum.
Gunung Klyuchevskoy terakhir kali meletus pada 28 Oktober 2023 dan dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Hingga Kamis pagi (31/7), belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau dampak lanjutan dari erupsi.
Pemerintah Rusia masih terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap dua bencana tersebut. Sementara itu, otoritas di berbagai negara Pasifik tetap siaga mengantisipasi dampak tsunami lanjutan yang mungkin terjadi. [Red]









